Tautan-tautan Akses

Badan Pangan PBB Kaji Tanggapan Internasional atas Bencana Kelaparan di Afrika

  • Cathy Majtenyi

Tenda-tenda ini merupakan bagian dari perluasan kamp pengungsi Ifo di luar Dadaab, Kenya timur, 100 kilometer dari perbatasan Somalia.

Tenda-tenda ini merupakan bagian dari perluasan kamp pengungsi Ifo di luar Dadaab, Kenya timur, 100 kilometer dari perbatasan Somalia.

Wakil-wakil AS di Badan Pangan dan Pertanian PBB hari Sabtu mengakhiri kunjungan tiga hari ke Kenya untuk menilai tanggapan internasional terhadap kelaparan yang melanda Tanduk Afrika.

Direktur kawasan pada Program Pangan Dunia, Stanlake Samkange, mengatakan kepada wartawan di Nairobi lembaganya memperluas distribusi pangan di Mogadishu.

Lembaga itu sekarang beroperasi langsung di kawasan Gedo dan wilayah-wilayah lain di utara dan selatan ibukota Somalia yang sebelumnya dikuasai oleh kelompok militan al-Shabab yang terkait al-Qaida.

Tetapi, katanya, Mogadishu masih berbahaya karena kevakuman yang terjadi setelah penarikan al-Shabab baru-baru ini dari sana.

“Sayangnya, sekitar seminggu lalu, setelah 70 persen bantuan bisa didistribusikan secara aman, ada gangguan oleh beberapa unsur keamanan yang seharusnya mengamankan wilayah itu. Akibatnya sejumlah orang tewas dan terjadi penjarahan pangan,” paparnya.

Samkange adalah satu anggota delegasi Amerika yang mengunjungi ibukota Kenya dan kamp pengungsi Dadaab dekat perbatasan Kenya-Somalia awal minggu ini. Tujuan kunjungan tiga hari itu adalah untuk menilai keefektifan upaya-upaya internasional untuk mengatasi kekeringan dan kelaparan di Tanduk Afrika.

Samkange mengatakan bahwa di kamp yang telah berdiri 20 tahun itu pengungsi Somalia di Dadaab dalam bulan Juli terlihat lebih banyak daripada bulan-bulan lainnya, mengakibatkan kesulitan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Dadaab dibangun untuk menampung 90.000 orang, tetapi sekarang menampung 440.000 dan jumlah pengungsi terus bertambah.

Ia mengatakan para petugas bantuan harus bisa melakukan apa saja dan inovatif dalam mengatasi krisis itu.

Ertharin Cousin, wakil Amerika di Badan Pertanian dan Pangan PBB saat ini, mengatakan pembicaraan dengan Pemerintah Kenya untuk memperluas kamp pengungsi Dadaab berhasil, karena Pemerintah Kenya mengizinkan badan pengungsi PBB membuka kamp Ifo II, yang bisa menampung sampai 40.000 orang.

Para pengungsi Somalia antri bantuan makanan yang dibagikan oleh organisasi 'Jumbo', sebuah LSM lokal di Mogadishu (11/8).

Para pengungsi Somalia antri bantuan makanan yang dibagikan oleh organisasi 'Jumbo', sebuah LSM lokal di Mogadishu (11/8).

Cousin memuji upaya oleh badan-badan bantuan untuk mengirim pangan dan perbekalan lainnya kepada orang-orang yang sangat membutuhkan di kamp pengungsi Dadaab dan tempat-tempat lainnya.

Ia mengatakan, “Kemarin saya bicara dengan pasangan suami isteri dengan empat anak kecil yang harus berjalan 14 hari dari rumah mereka ke kamp itu. Saya lihat dua anak lelaki mereka betul-betul tinggal kulit dan tulang. Pasangan suami isteri itu berusaha menyelamatkan anak-anak mereka. Ketika mereka sampai di kamp itu, mereka langsung dibantu.”

Cousin melaporkan bahwa masyarakat internasional menjanjikan bantuan 1 milyar dolar, tetapi PBB mengatakan membutuhkan tambahan dana 1,5 milyar dolar lagi untuk membantu korban kekeringan dan kelaparan di seluruh Tanduk Afrika sampai turun hujan, biasanya bulan Oktober.

Kekeringan yang melanda Tanduk Afrika disebut sebagai yang terburuk dalam beberapa dasawarsa terakhir, karena mengakibatkan lebih dari 12 juta orang kelaparan.

Situasi di Somalia itu diperburuk oleh konflik antara kelompok militan Al-Shabab dan pemerintahan peralihan yang menyebabkan banyak wilayah selatan tertutup untuk upaya penyelamatan sampai saat ini. PBB baru-baru ini menyatakan beberapa wilayah di sana sebagai zona bencana kelaparan.

XS
SM
MD
LG