Tautan-tautan Akses

PBB Gelar Konferensi Bantuan Bencana di Jepang

  • Henry Ridgwell

PM Jepang Shinzo Abe menunjukkan bahwa makanan di Fukushima sudah bebas radiasi dengan makan ikan bakar di pelabuhan Soma, Fukushima (foto: dok).

PM Jepang Shinzo Abe menunjukkan bahwa makanan di Fukushima sudah bebas radiasi dengan makan ikan bakar di pelabuhan Soma, Fukushima (foto: dok).

Konferensi PBB tentang bantuan bencana itu digelar di Jepang timurlaut, yang dilanda tsunami dan disusul bencana nuklir di PLTN Fukushima empat tahun lalu.

Ribuan anggota delegasi dari seluruh dunia awal minggu ini menghadiri konferensi PBB tentang bantuan bencana. Konferensi itu digelar di Jepang timurlaut, yang dilanda tsunami dan disusul bencana nuklir di PLTN Fukushima empat tahun lalu.

Pihak berwenang lokal memanfaatkan kesempatan itu untuk memamerkan upaya pemulihan kawasan tersebut.

Di bawah bayang-bayang pegunungan yang puncaknya tertutup salju di Jepang utara, kebun stroberi milik Kazuhiro Watanabe mendekati puncak panen. Tetapi hasil panen yang berlimpah itu sulit terjual akhir-akhir ini karena rumah-rumah kaca milik Watanabe berada di Fukushima, meskipun jauh dari PLTN yang rusak itu.

Ia mengatakan gempa bumi itu terjadi pada pertengahan musim bertanam, dan sesudahnya ia kehilangan separuh pelanggannya. Ia menuturkan bahwa bisnisnya kini mulai bergairah lagi.

Menurutnya, survei-survei terbaru menunjukkan volume penjualan produk pangan dari Fukushima kini mencapai 70 hingga 80 persen dari volume penjualan dari lokasi-lokasi lain. Jadi pikiran orang mulai berubah, kata Watanabe.

Di Pusat Teknologi Pertanian Fukushima, semua produk pangan lokal dari kawasan itu melalui uji radiasi. Pihak berwenang mengatakan standar keselamatan Jepang untuk bahan radioaktif sesium 10 kali lebih ketat dari standar di Amerika dan Eropa.

Katsumi Komaki, manajer fasilitas itu, mengatakan kegiatan mereka dipantau oleh pihak internasional.

Ia mengatakan mereka bekerjasama dengan banyak organisasi internasional, termasuk Badan Energi Atom Internasional, untuk meneliti laju penyerapan bahan-bahan radioaktif oleh padi dan tanaman pertanian lainnya.

Di lain tempat, pihak berwenang melakukan tes di sebuah pabrik YANG memproduksi lebih dari 3.000 paket makan siang untuk anak sekolah setiap hari. Sejumlah sampel dimasukkan ke dalam mesin blender sebelum diuji dengan alat pendeteksi isotop radioaktif. Mereka mengatakan proses itu sepenuhnya transparan.

Atsuko Kano, pejabat departemen kesehatan kota Fukushima, mengatakan hasil tesnya diunggah ke situs pemerintah kota. Mereka, kata Kano, juga mengirim informasi kepada semua orangtua mengenai bahan-bahan dalam paket makan siang tersebut.

Fukushima sedang berusaha untuk mandiri lagi dan memanfaatkan kehadiran ribuan wakil asing untuk memamerkan upaya tersebut. Pemantauan independen oleh sejumlah organisasi lingkungan alam menunjukkan ada beberapa titik rentan radiasi di Fukushima, tetapi tidak ada bukti makanan yang sampai ke pasar tercemar radiasi.

XS
SM
MD
LG