Tautan-tautan Akses

PBB Duga Terjadi Kejahatan Perang di Libya


Regu penyelamat berusaha membawa seorang korban ke rumah sakit terdekat ketika terjadi serangan udara ke wilayah suplai pangan di dekat Tripoli, Libya (2/12/2014). Gelombang kekerasan di Libya telah menewaskan ratusan warga sipil sejak Agustus.

Regu penyelamat berusaha membawa seorang korban ke rumah sakit terdekat ketika terjadi serangan udara ke wilayah suplai pangan di dekat Tripoli, Libya (2/12/2014). Gelombang kekerasan di Libya telah menewaskan ratusan warga sipil sejak Agustus.

Gelombang kekerasan di Libya telah menewaskan ratusan warga sipil sejak Agustus dan kelompok-kelompok bersenjata di negara Afrika Utara itu bisa dituduh melakukan kejahatan perang, menurut PBB.

Hasil temuan terbaru PBB yang dirilis Selasa (23/12/2014) itu merinci aksi kekerasan selama berbulan-bulan dan mencemaskan adanya kekebalan hukum di negara yang dipimpin dua pemerintahan terpisah.

Jurubicara badan HAM PBB Ravina Shamdasani yang mengumumkan temuan itu secara langsung menuduh para pemimpin faksi-faksi yang berperang di Libya.

PBB mendesak gencatan senjata segera diberlakukan disana.

Pemberontak Libya yang bernama Dawn bulan Agustus merebut Tripoli, ibukota Libya, dan memaksa pemerintah yang diakui dunia internasional mengungsi ke Libya timur. Shamdasani mengatakan kekacauan akibat pemerintahan ganda ini menciptakan kondisi yang rentan akan pelanggaran HAM sangat buruk.

Laporan itu juga menyebut adanya pemberontak yang mengenakan seragam pekerja kemanusiaan dan menggunakan ambulans Palang Merah Bulan Sabit Libya dalam sebuah serangan bunuh diri.

PBB memperkirakan angka korban tewas di Benghazi – dimana militer bertempur melawan militan Islam – mencapai 450 orang sejak pertengahan Oktober.

XS
SM
MD
LG