Tautan-tautan Akses

PBB Desak Thailand Tunda Pemulangan Pengungsi Birma


Para pengungsi Birma dari etnis minoritas Karen yang mengungsi ke Thailand (foto dokumentasi).

Para pengungsi Birma dari etnis minoritas Karen yang mengungsi ke Thailand (foto dokumentasi).

UNHCR minta pemerintah Thailand memberikan waktu kepada 15.000 pengungsi Burma, sampai mereka merasa aman untuk pulang.

Badan pengungsi PBB mengatakan sebagian besar dari 15.000 warga Birma yang melarikan diri ke Thailand awal pekan ini telah kembali melintasi perbatasan. Namun, badan itu mengatakan khawatir bahwa banyak pengungsi itu mungkin kembali sebelum keadaan aman bagi mereka.

Juru bicara UNHCR Adrian Edwards mengatakan laporan-laporan dari lapangan Jumat pagi menunjukkan beberapa daerah aman sementara yang lain masih bergejolak. Dia mengatakan ada laporan bahwa pertempuran kembali meletus hari Kamis dan Jumat di desa Maekata dan desa Halokani, Birma, dan menurutnya ada potensi bentrokan lebih lanjut.

Edwards mengatakan pertempuran baru terjadi setelah militer Thailand memberikan lampu hijau bagi para pengungsi untuk kembali ke kampung halaman mereka.

Dia mengatakan mengingat situasi yang membingungkan dan besarnya risiko keselamatan pengungsi, UNHCR minta pemerintah Thailand untuk memberikan lebih banyak waktu kepada para pengungsi Birma itu untuk memutuskan apakah mereka merasa aman untuk pulang.

Pertempuran itu antara milisi etnis Karen dan pasukan pemerintah Birma. Pertempuran itu dimulai ketika milisi merebut beberapa bangunan hari Minggu ketika berlangsung pemilu pertama di Birma dalam 20 tahun.

XS
SM
MD
LG