Tautan-tautan Akses

PBB Bentuk Misi Tanggap Darurat Ebola di Ghana


Anthony Banbury (kiri), Ketua Misi PBB untuk Tanggap Darurat Ebola (UNMEER) dan Menteri Kesehatan Ghana Dr. Edward Omane Boamah dalam konferensi pers di Accra, Ghana (30/9).

Anthony Banbury (kiri), Ketua Misi PBB untuk Tanggap Darurat Ebola (UNMEER) dan Menteri Kesehatan Ghana Dr. Edward Omane Boamah dalam konferensi pers di Accra, Ghana (30/9).

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) adalah aktor kemanusiaan terbaru yang ikut membantu upaya menghentikan wabah virus Ebola yang merajalela di seluruh Afrika Barat.

Virus ebola telah menewaskan lebih dari 3.000 orang, sebagian besar di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone. PBB melakukan misi darurat untuk melawan penyakit itu dari markasnya di Ghana.

Dengan semakin memburuknya wabah Ebola di Afrika Barat beberapa bulan terakhir ini, negara-negara dari Kuba, hingga Denmark dan Inggris telah membantu upaya melawan penyakit itu. Sekarang, adalah giliran PBB.

Berbasis di Ghana, Misi PBB untuk Tanggap Darurat Ebola, dikenal sebagai UNMEER, dibentuk untuk memberantas ebola selamanya.

Anthony Banbury, kepala UNMEER, merinci tujuan misi organisasi tersebut kepada wartawan di Ghana, Selasa (7/10).

“Misi PBB ini sekarang benar-benar hanya satu: untuk menghentikan Ebola, untuk mencegah penyebarannya. Setelah ini tercapai, misi ini akan berhenti dan semakin cepat itu terjadi, semakin baik. Namun, kita memiliki pekerjaan besar di depan kita, kita semua, bekerja sama dengan semua aktor: pemerintah, badan-badan bantuan untuk mencapai tujuan misi itu; untuk menghentikannyadan mencegah penyebaran Ebola."

Ghana telah menawarkan bandaranya untuk digunakan sebagai pangkalan untuk misi tersebut. Menurut Banbury, UNMEER tidak akan memberikan perawatan medis, tetapi mengkordinasilogistik dan kebijakan di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone, tiga negara paling menderita akibat Ebola.

Meskipun banyak dugaan kasus ebola, Ghana tidak memiliki catatatan yang dikukuhkan tentang adanya penderita Ebola.

Banbury mengatakan misi PBB berniat untuk memastikan keadaan itu tidak berubah.

“UNMEER tidak akan menimbulkan risiko apapun atau bahaya apapun kepada masyarakat Ghana. Sebaliknya, jika UNMEER tidak ada di sini, jika dunia tidak bertindak sekarang dengan aktif untuk menghentikan penyakit di tempatnya berjangkit, maka penyakit itu berisiko menyebar ke Ghana, Benin, Togo, Kamerun, Indonesia, Brasil. Ini yang terjadi jika UNMEER tidak bergabung dengan koalisi internasional untuk menghentikan Ebola di tempat terjadinya wabah," katanya.

Walaupun ada kekhawatiran atas kehadiran misi itu, banyak warga Ghana menyambut upaya PBB untuk memerangi penyakit itu dari negara mereka.

Adalah baik bagi Ghana untuk terlibat, kata mahasiswa Isaac Agbalati. Ia mengatakan, “Mereka bisa menanganinya, atau mereka dapat membendungnya. Tapi menurut saya penyakit itu tidak bisa benar-benar dimusnahkan. HIV telah ada di sana beberapa lama; tetapi sekarang kita tahu bahwa penyakit itu bisa dikurangi, dan tidak menyebar seperti dugaan semula. Jadi saya pikir mungkin ini bisa terjadi pada Ebola juga, tetapi Ebola tidak benar-benar bisa diberantas.”

PBB berencana untuk bertindak cepat. Dalam 30 hari ke depan, misi itu bertujuan untuk memastikan semua material tersedia. Dalam 60 hari, PBB ingin 70 persen dari orang-orang yang terinfeksi bisa diobati dan 70 persen dari penguburan penderita Ebola, cara penyebaran yang paling sering terjadi, dilakukan dengan aman. Kedua hal itu dipandang penting untuk mengakhiri penyebaran Ebola.
(Chris Stein/VOA).

XS
SM
MD
LG