Tautan-tautan Akses

PBB Akui Perannya dalam Epidemi Kolera di Haiti


Pusat perawatan permanen kolera pertama di Haiti, di pusat kota Port-au-Prince, Februari 2016. (AP/Dieu Nalio Chery)

Pusat perawatan permanen kolera pertama di Haiti, di pusat kota Port-au-Prince, Februari 2016. (AP/Dieu Nalio Chery)

Harian New York Times mengatakan dokumen pelaporan dengan jelas mengatakan kolera di Haiti “tidak akan merebak kalau bukan akibat tindakan-tindakan PBB”.

Untuk pertama kalinya sejak epidemi kolera yang mematikan merebak di Haiti tahun 2010, PBB mengakui bahwa pasukan penjaga perdamaiannya berperan signifikan dalam penyebaran penyakit tersebut, yang menewaskan hampir 10 ribu orang di negara Karibia itu dan menginfeksi ratusan ribu lainnya.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBBmengatakan, badan dunia itu perlu melakukan “lebih banyak lagi” untuk mengatasi epidemi kolera di Haiti dan menjanjikan “serangkaian tindakan baru yang penting” untuk menanggapi krisis tersebut, kemungkinan dalam dua bulan lagi atau sebelumnya.

Perkembangan hari Kamis (18/8) itu terjadi 10 hari setelah rampungnya laporan rahasia yang dikatakan mengecam keras keterlibatan PBB dalam krisis itu.

Philip Alston, profesor hukum yang memberi masukan kepada PBB mengenai isu-isu hak asasi manusia sebagai seorang pelapor khusus, menulis laporan itu yang tidak akan diterbitkan sampai sidang Majelis Umum bulan depan di markas PBB.

Harian New York Times mengatakan dokumen itu dengan jelas mengatakan kolera di Haiti “tidak akan merebak kalau bukan akibat tindakan-tindakan PBB”.

Haiti dianggap “bebas kolera” sebelum awal perebakan itu. Penyakit itu merebak setelah bencana gempa bumi yang menewaskan sekitar 200 ribu orang pada tanggal 12 Januari 2010.

Korban kolera menderita dehidrasi akibat diare parah atau muntah-muntah, banyak warga Haiti yang terkena penyakit yang dibawa air ini sudah dalam kondisi lemah setelah gempa bumi itu dan kehilangan rumah mereka.

Epidemi kolera di Haiti dilacak sampai ke fasilitas PBB di Sungai Artibonite dekat pangkalan Pasukan PBB penjaga perdamaian dari Nepal di kota Mirebalais. Nepal sedang dicekam penyakit sama ketika pasukan yang dikirimkan untuk bergabung dengan penjaga perdamaian PBB tiba di Haiti. [my/al]

XS
SM
MD
LG