Tautan-tautan Akses

PBB Adakan Pemungutan Suara untuk Resolusi Terkait Krimea


PM Sementara Ukraina Arseniy Yatsenyuk menyampaikan sambutan di hadapan Sidang Dewan Keamanan PBB di kantor pusat PBB (13/3).

PM Sementara Ukraina Arseniy Yatsenyuk menyampaikan sambutan di hadapan Sidang Dewan Keamanan PBB di kantor pusat PBB (13/3).

Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pemungutan suara hari Sabtu ini (15/3) atas rancangan resolusi yang mendesak negara-negara di dunia agar tidak mengakui hasil referendum mendatang di Krimea.

Referendum di Krimea hari Minggu (16/3) hanya akan memberikan dua pilihan kepada warga Krimea: bergabung dengan Rusia atau memperkuat secara signifikan otonomi mereka di dalam negara Ukraina.

Suara yang mendukung pilihan bergabung dengan Rusia secara luas dipandang sebagai kesimpulan di kawasan Laut Hitam yang mayoritas penduduknya berbahasa Rusia itu. Laut Hitam telah menjadi pangkalan angkatan laut tsar dan Kremlin sejak abad ke-18.

Para diplomat mengatakan mereka memperkirakan Rusia akan memveto pemungutan suara hari Sabtu di PBB ini, sementara para pendukung mengatakan 13 dari 15 anggota Dewan Keamanan akan menyetujui resolusi tersebut. Sementara itu, China belum menyatakan sikapnya. Jika sekutu erat Moskow itu abstain, maka itu akan menunjukkan isolasi internasional yang luas terhadap Rusia.

Resolusi PBB itu menegaskan kembali integritas wilayah Ukraina, dan menyatakan referendum hari Minggu ini “dapat dianggap tidak sah.”

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry mengatakan penerimaan Rusia atas referendum Krimea untuk memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia akan merupakan "pencaplokan dari pintu belakang” yang tidak sah.
XS
SM
MD
LG