Tautan-tautan Akses

PBB Adakan Pembicaraan Tentang Anti-Semitisme untuk Pertama Kalinya


Penulis dan filsuf Perancis Bernard-Henri Levy dalam pertemuan mengenai peningkatan anti-semitisme di Majelis Umum PBB di New York (22/1). (Reuters/Brendan McDermid)

Penulis dan filsuf Perancis Bernard-Henri Levy dalam pertemuan mengenai peningkatan anti-semitisme di Majelis Umum PBB di New York (22/1). (Reuters/Brendan McDermid)

Duta Besar Amerika Samantha Power mengutuk kebencian terhadap Yahudi sebagai satu “momok masalah global.”

Filsuf Perancis Bernard-Henri Levy mengatakan menyalahkan Yahudi telah menjadi semboyan dari apa yang disebut “kaum pembunuh baru.”

Levy adalah pembicara utama Kamis (22/1) di Majelis Umum PBB yang pertama kali dalam sejarah diadakan khusus untuk membicarakan anti-Semitisme.

Levy mengemukakan kepada para delegasi bahwa PBB didirikan pada 1945, antara lain, untuk mencegah malapetaka global seperti Holocaust.

Duta Besar Israel untuk PBB Ron Prosor berjanji bahwa Israel akan membela keselamatan rakyat Yahudi dan negara Yahudi.

Duta Besar Amerika Samantha Power mengutuk kebencian terhadap Yahudi sebagai satu “momok masalah global.”

Dia mengatakan menurut FBI, dua pertiga kejahatan kebencian berorientasi agama di Amerika Serikat telah ditujukan terhadap Yahudi.

Pertemuan itu juga mendengar tanggapan dari Duta Besar Arab Saudi Abdallah al-Moualimi, yang mengatakan negara-negara Islam mengutuk semua kata dan tindakan yang menimbulkan kebencian terhadap baik Yahudi maupun Muslim.

Pertemuan Kamis itu direncanakan sebelum serangan teror pada 9 Januari terhadap toko swalayan Yahudi di Paris di mana seorang ektrimis Islam membunuh 4 orang dan menyandera lainnya sebelum ia ditewaskan oleh polisi.

XS
SM
MD
LG