Tautan-tautan Akses

PBB: 25 Negara Berkembang Berhasil Turunkan Tingkat Penularan Baru HIV

  • Lisa Schlein

Menurut Michel Sidibe, direktur eksekutif UNAIDS, keberhasilan mengurangi penularan HIV pada anak-anak merupakan kemajuan terbesar yang dicapai di seluruh dunia (Foto: dok).

Menurut Michel Sidibe, direktur eksekutif UNAIDS, keberhasilan mengurangi penularan HIV pada anak-anak merupakan kemajuan terbesar yang dicapai di seluruh dunia (Foto: dok).

Laporan baru PBB mendapati 25 negara berpenghasilan rendah dan menengah berhasil menurunkan tingkat penularan baru HIV lebih dari separuhnya.

Laporan itu mendapati tingkat penularan baru HIV dan kematian terkait AIDS menurun di seluruh dunia, dan sebagian kemajuan itu dicapai di sub-Sahara Afrika, kawasan yang paling parah terimbas HIV, virus penyebab AIDS.

Lebih separuh dari 25 negara yang mengalami penurunan sedikitnya 50 persen kasus penularan baru HIV itu ada di Afrika. Menurut laporan tersebut, jumlah kematian terkait AIDS di sub-Sahara Afrika turun hingga sepertiganya selama enam tahun terakhir dan bahwa kawasan itu telah meningkatkan jumlah penerima perawatan dengan obat anti-retroviral hingga 59 persen selama dua tahun belakangan.

Menurut Michel Sidibe, direktur eksekutif UNAIDS, kemajuan terbesar yang telah dicapai adalah dalam hal mengurangi penularan HIV pada anak-anak.

Ini kabar baik untuk bayi-bayi. Kita beralih dari putus asa menjadi penuh harapan. Sejak UNAIDS mengeluarkan imbauan untuk melenyapkan penularan baru HIV di kalangan anak-anak selambat-lambatnya tahun 2015 dan mempertahankan hidup ibu mereka, kami mendapat laporan bahwa separuh dari penurunan penularan HIV dalam dua tahun ini terjadi di kalangan anak-anak,” paparnya.

Laporan itu memperkirakan 34 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV, sekitar separuhnya tidak tahu mereka tertular.

UNAIDS menyatakan kemajuan dalam menghentikan penularan baru HIV membesarkan hati. Badan tersebut menyatakan 2,5 juta orang tertular HIV dan 1,7 juta orang meninggal karena penyakit terkait AIDS pada tahun 2011.

“Secara global, ada kenaikan 60 persen jumlah orang yang dirawat dalam dua tahun ini saja. Afrika Selatan, negara dengan epidemi AIDS terbesar, mencapai penurunan 41 persen penularan baru sejak 2011, suatu peningkatan 75 persen dalam akses ke pengobatan selama dua tahun ini. Kini ada sekitar 1.7 juta orang dalam perawatan di Afrika Selatan saja,” kata Sidibe.

Laporan itu menunjukkan bahwa HIV terus memiliki dampak yang lebih besar pada pekerja seks, lelaki homoseksual, dan para pemakai narkoba dengan suntikan. Disebutkan bahwa program pencegahan dan pengobatan HIV kebanyakan gagal menjangkau kelompok tersebut.

Michel Sidibe mengatakan kelompok tersebut cenderung menderita akibat stigma, diskriminasi dan bahkan hukuman karena aktivitas mereka. Ia mengatakan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian asal Burma, Aung San Suu Kyi setuju untuk bekerjasama dengan UNAIDS. Ia mengatakan suara Suu Kyi akan membantu mengurangi diskriminasi di seluruh dunia terhadap mereka yang mengidap HIV/AIDS.
XS
SM
MD
LG