Tautan-tautan Akses

PBB: Tahun 2011, Termahal dalam Sejarah Bencana Alam

  • Lisa Schlein

Meskipun bencana tahun 2011 tidak memakan korban jiwa sebanyak tahun 2010, namun kerugian material bencana tahun 2011, terutama akibat bencana gempa dan tsunami di Jepang, adalah yang terbesar sepanjang sejarah (foto: dok).

Meskipun bencana tahun 2011 tidak memakan korban jiwa sebanyak tahun 2010, namun kerugian material bencana tahun 2011, terutama akibat bencana gempa dan tsunami di Jepang, adalah yang terbesar sepanjang sejarah (foto: dok).

Laporan statistik PBB dari tren bencana tahun 2011 menyebutkan, kerugian ekonomi akibat bencana alam, termasuk gempa, badai dan banjir sepanjang tahun lalu mencapai 366 milyar dolar.

PBB melaporkan sekitar 206 juta orang terkena dampak kurang lebih 300 bencana alam tahun 2011. 30.000 orang tewas akibat berbagai bencana itu.

Tetapi PBB mengatakan jumlah bencana alam tahun lalu tidak sebanyak jika dibandingkan dengan rata-rata jumlah bencana tahunan dalam sepuluh tahun ini, dan jumlah korban tewas juga jauh lebih sedikit dibanding yang tercatat tahun 2010.

Direktur Pusat Riset Epidemiologi Bencana Universitas Louvain, Belgia, Debarati Guha-Sapir mengatakan jumlah korban tewas tahun 2011 berkurang karena terjadi bencana besar yang spektakuler tahun 2010. Ia mengatakan, “Besar kemungkinan banyak yang tewas karena gempa jika terjadi di negara miskin dibanding jika terjadinya di negara maju. Dalam kasus semacam ini, dari ke-29.782 korban tewas tahun 2011, sekitar dua pertiganya, atau sebanyak 20.000 tewas akibat bencana tsunami dan gempa di Jepang.”

Sebagai perbandingan, gempa yang melanda Haiti pada bulan Januari 2010, menewaskan hampir 250.000 orang.

Ekonomi Haiti mengalami kerugian senilai 8.5 miliar dolar. Tetapi gempa dan tsunami di Jepang pada bulan Maret mengakibatkan kerugian ekonomi sebesar 210 miliar dolar yang membuatnya bencana alam terbesar sepanjang masa.

Jepang, Thailand, Selandia Baru, Amerika dan Tiongkok termasuk diantara 10 teratas yang mengalami kerugian ekonomi terbesar tahun 2011. Negara-negara dengan korban tewas terbanyak akibat bencana termasuk Jepang, Philipina, Brasil dan Thailand.

Laporan itu mencatat jumlah korban tewas terbanyak dan kerugian ekonomi terbesar terjadi di Asia. Guha-Sapir mengatakan badai dan banjir adalah hampir 70 persen dari keseluruhan bencana di dunia.

Karena itu, katanya, kedua bencana tersebut berdampak terbesar bagi manusia. Lebih lanjut Guha-Sapir mengatakan, “Satu diantaranya mereka tewas hanya karena badai dan banjir, banyak yang tenggelam, banyak trauma yang tidak terhitung. Jumlah penyakit akibat banjir semakin meningkat…dan ketiga serta yang terpenting adalah akibat kurang gizi dan kelaparan karena kerugian pertanian di negara-negara ini. Hasil panen yang gagal. Petani, petani yang mengkonsumsi sendiri hasil panennya dan anak-anak menderita kelaparan pasca banjir. Sehingga kekurangan gizi menyebar di daerah-daerah yang terkena banjir.”

Kemarau dan kelaparan mengakibatkan banyak kematian, tetapi Guha-Sapir mengatakan kematian demikian tidak dihitung dan bencana seperti yang terjadi di Tanduk Afrika tidak dihitung dalam statistik tersebut. Sebabnya, menurut dia, karena orang tidak meninggal akibat kelaparan tetapi karena penyebab terkait seperti campak, kegagalan fungsi organ dan infeksi akibat kurang gizi.

XS
SM
MD
LG