Tautan-tautan Akses

PBB: 140.000 Orang Tinggalkan Libya, Krisis Meningkat di Perbatasan Tunisia


Para pengungsi yang menghindari kekerasan di Libya terlihat di Ras Ajdir, wilayah perbatasan Tunisia dan Libya.

Para pengungsi yang menghindari kekerasan di Libya terlihat di Ras Ajdir, wilayah perbatasan Tunisia dan Libya.

Pejabat PBB urusan pengungsi mengatakan Selasa, sekitar 75.000 orang telah meninggalkan Libya menuju Tunisia, sebagian besar warga Mesir.

Badan urusan pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan kekerasan di Libya telah memicu perpindahan besar-besaran lebih dari 140.000 orang ke Tunisia dan Mesir dalam 10 hari terakhir ini, dengan keadaan di perbatasan Tunisia mencapai titik “krisis.”

Juru bicara UNHCR Melissa Fleming, mengatakan hari Selasa kira-kira 75.000 orang telah meninggalkan Libya menuju Tunisia, sebagian besar mereka adalah warga Mesir. Dia mengatakan itu termasuk sekitar 14.000 orang yang menyeberang perbatasan itu hari Senin, jumlah tertinggi sampai sekarang. Jumlah yang sama para pengungsi diperkirakan akan menyeberang hari Selasa.

Fleming mengatakan sangat penting untuk memindahkan puluhan ribu pengungsi dari daerah perbatasan Tunisia yang penuh sesak itu untuk mencegah terjadinya krisis kemanusiaan, tetapi transportasi jarang. Dia mengatakan badan PBB itu mendirikan cukup tenda-tenda di perbatasan untuk menampung 12.000 orang dan berencana akan mengirimkan tenda-tenda dan suplai untuk 10.000 orang lagi hari Kamis.

UNHCR mengatakan hampir 70.000 orang menyeberang perbatasan dari Libya ke Mesir sejak tanggal 19 Februari, tetapi keadaan tidak terlalu buruk karena sebagian besar pengungsi adalah orang Mesir yang sudah diangkut ke berbagai kota.

Badan-badan bantuan mengatakan puluhan ribu orang asing lainnya sedang berusaha meninggalkan Libya tetapi masih terdampar dalam cuaca dingin dengan suplai makanan yang menipis.


XS
SM
MD
LG