Tautan-tautan Akses

Paus Pertimbangkan Kemungkinan Diakon Perempuan


Paus Fransiskus memeluk Suster Carmen Sammut, suster misionaris Our Lady of Africa pada akhir audiensi khusus di Vatikan (12/5).

Paus Fransiskus memeluk Suster Carmen Sammut, suster misionaris Our Lady of Africa pada akhir audiensi khusus di Vatikan (12/5).

Diakon adalah satu peringkat dibawah imam, dan sebagaimana halnya dengan pelayanan Katolik lain yang ditahbiskan, hanya diperuntukkan untuk laki-laki saja.

Paus Fransiskus mengumumkan Kamis (12/5) kesediaannya untuk membentuk komisi yang akan mempelajari kemungkinan mengizinkan perempuan berperan sebagai diakon dalam Gereja Katolik.

Diakon adalah satu peringkat dibawah imam, dan sebagaimana halnya dengan pelayanan Katolik lain yang ditahbiskan, hanya diperuntukkan untuk laki-laki saja.

Paus menerima sebuah proposal untuk membentuk komisi studi resmi ketika berlangsung pertemuan dengan 900 pemimpin dari ordo-ordo perempuan di Roma.

Ia mengatakan akan meminta Kongregasi untuk Ajaran Iman melapor kepadanya tentang penelitian terhadap isu ini, menurut laporan Catholic News Service.

Diakon menjalani pentahbisan tetapi mereka bukan imam. Meskipun mereka bisa melakukan banyak fungsi seperti imam, misalnya memimpin upacara pernikahan, pembaptisan dan penguburan, dan juga berkhotbah, namun mereka tidak bisa memimpin upacara misa atau menerima pengakuan dosa.

Langkah Paus Fransiskus ini tidak menunjukkan bahwa larangan gereja bagi perempuan berkarir sebagai imam akan berubah. [jm]

XS
SM
MD
LG