Tautan-tautan Akses

Paus Kunjungi Swedia, Minta Maaf atas Kesalahan Katolik


Paus Fransiskus (foto: dok).

Paus Fransiskus (foto: dok).

Paus Fransiskus Senin (25/1) mengeluarkan permintaan maaf atas penganiayaan Gereja Katolik Roma berabad-abad lalu terhadap orang Kristen lainnya.

Paus Fransiskus mengeluarkan permintaan maaf atas penganiayaan Gereja Katolik Roma berabad-abad lalu terhadap orang Kristen lainnya, menjelang kunjungan ke Swedia akhir tahun ini untuk memperingati hari jadi ke-500 awal Reformasi Protestan.

Berbicara hari Senin (25/1) pada penutupan pertemuan Vatikan selama seminggu untuk persatuan Kristen, Fransiskus meminta maaf kepada pendengarnya, termasuk perwakilan dari agama-agama lain, "pengampunan bagi perilaku yang tidak Injili oleh umat Katolik terhadap umat Kristen dari gereja-gereja lain."

Permintaan maafnya bertepatan dengan pengumuman Vatikan bahwa Paus akan mengunjungi kota Lund di Swedia selatan, di mana Federasi Lutheran didirikan pada tahun 1947, untuk pelayanan bersama dengan Gereja Lutheran dalam rangka memulai peringatan Reformasi.

Martin Luther, seorang teolog Jerman danbiarawan, merintis Reformasi Protestan pada tahun 1517, dengan serangkaian tulisan yang isinya menuduh Gereja Katolik menjual pengampunan dosa dengan imbalan uang.

Teologinya menantang langsung otoritas dan jabatan Paus dengan mengajarkan bahwa Alkitab adalah satu-satunya sumber ilahi yang mengungkapkan pengetahuan dari Tuhan.

Ajaran-ajaran itu memicu perpecahan politik yang disertai kekerasan di seluruh Eropa, peperangan bertahun-tahun, penghancuran biara-biara di Inggris, dan pembunuhan sejumlah orang yang dianggap murtad oleh kedua belah pihak.

Paus Fransiskus menjadikan dialog dengan agama-agama lain, ciri unik dari kepausannya, dan beliau telah mengunjungi Gereja Lutheran di Roma dan komunitas Protestan di Italia utara.

Warga Katolik yang tradisional menuduh Fransiskus memberikan terlalu banyak konsesi kepada Gerjea Lutheran, terutama dalam liturgi doa bersama yang akan dipergunakan kedua agama itu untuk memperingati Reformasi Protestan pada 2017 mendatang. [ps/jm]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG