Tautan-tautan Akses

Paus Fransiskus Pertanyakan Keyakinan Trump


Paus Fransiskus berbicara pada wartawan di pesawat dalam perjalanan pulang ke Roma, Italia, dari Ciudad Juarez, Meksiko, 17 Februari 2016.

Paus Fransiskus berbicara pada wartawan di pesawat dalam perjalanan pulang ke Roma, Italia, dari Ciudad Juarez, Meksiko, 17 Februari 2016.

Paus Fransiskus ikut berkomentar tentang pemilihan presiden AS hari Kamis (18/2) dan mengatakan kandidat utama Partai Republik Donald Trump "tidak (mencerminkan nilai-nilai) Kristen" terkait usulannya membangun dinding raksasa di perbatasan AS dan Meksiko agar migran tidak masuk ke Amerika Serikat.

Paus mengeluarkan komentar itu ketika dalam perjalanan kembali ke Roma setelah berkunjung selama seminggu di Meksiko, di mana ia memimpin misa besar hari Rabu dari dekat perbatasan barat daya AS di negara bagian Texas, tujuan kebanyakan migran yang datang dari Meksiko dan Amerika Tengah.

"Seseorang yang berpikir untuk membangun dinding (pemisah), di manapun mereka berada, dan bukannya membangun jembatan (penyambung) bukanlah seorang Kristen," kata Paus Fransiskus. "Ini tidak tercantum dalam kitab."

Paus mengatakan ia "masih memberikan kesempatan bagi (Trump)" karena ia belum mendengar secara langsung rencana Trump membangun dinding tersebut, yang merupakan topik utama dalam pidato-pidato kampanyenya.

Tapi Fransiskus menambahkan, "Menurut saya dia bukan Kristen kalau mengatakan hal itu."

Trump, seorang pemeluk Kristen Presbiterian, mengatakan dalam salah satu rangkaian kampanyenya di South Carolina bahwa komentar Paus "tidak baik." Ia mengatakan bahwa Paus mempertanyakan keyakinannya sebagai hal yang "tercela."

Trump, seorang miliuner real estate, mengatakan kalau laskar ISIS sampai menyerang Vatikan, Paus "hanya bisa berharap Donald Trump" adalah presiden yang akan menghadapi mereka, dan bukannya para pemimpin di Washington saat ini yang menurutnya "tidak bertindak apapun."

Kandidat capres Partai Republik Donald Trump berkampanye di Kiawah Island, South Carolina, 18 Februari 2016.

Kandidat capres Partai Republik Donald Trump berkampanye di Kiawah Island, South Carolina, 18 Februari 2016.

Presiden Barack Obama, selama setahun setengah terakhir telah memimpin koalisi yang terdiri lebih dari 60 negara dan telah meluncurkan lebih dari 10.000 serangan udara terhadap ISIS di Irak dan Suriah, di mana sebagian besar dilakukan oleh AS. Tapi Trump dan kandidat capres Partai Republik lainnya mengatakan, kalau terpilih, akan mengambil tindakan yang lebih baik terhadap para pemberontak di Timur Tengah.

Komentar Paus keluar dua hari sebelum pemilihan pendahuluan penting di South Carolina, di mana survei politik menunjukkan Trump memimpin daripada lima kandidat lainnya.

Dalam survei terbaru, Fox News menyebutkan pada hari Kamis bahwa Trump disukai oleh 32 persen pendukung Partai Republik di negara bagian tersebut. Kandidat capres Senator Texas Ted Cruz mendapat dukungan 19 persen dan Senator Florida Marco Rubio 15 persen. Jajak pendapat lainnya menunjukkan Trump jauh memimpin persaingan kandidat capres Partai Republik. Mantan Gubernur Florida Jeb Bush, anak dan adik dua presiden AS sebelumnya, Gubernur Ohio John Kasich dan pensiunan ahli bedah syaraf Ben Carson berada jauh di belakangnya.

Kandidat capres Partai Republik terus saling serang, beberapa menyerang Trump dan lainnya menarget kandidat lain yang bersaing tipis dalam jajak pendapat dengan mereka, dan berharap mendapatkan cukup dukungan di South Carolina untuk bisa terus maju di negara-negara bagian lainnya bulan depan. [dw]

XS
SM
MD
LG