Tautan-tautan Akses

Lawat Kuba, Paus Fransiskus Peringatkan Bahaya Utamakan Ideologi


Paus Fransiskus berjabat tangan dengan mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro di Havana, Minggu (20/9).

Paus Fransiskus berjabat tangan dengan mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro di Havana, Minggu (20/9).

Paus Fransiskus melangsungkan misa hari Minggu (20/9) di Havana dan memperingatkan rakyat Kuba tentang bahaya mengutamakan suatu ideologi.

Paus Fransiskus berkotbah di hadapan puluhan ribu umat yang memadati Lapangan Revolusi di ibukota Kuba, Havana, hari Minggu (20/9).

“Umat Kristen selalu dihimbau agar mengesampingkan niat dan kehendak sendiri, keinginan berkuasa dan sebaliknya memusatkan perhatian pada orang-orang paling rentan,” katanya.

“Kita semua diminta, bahkan didesak, oleh Yesus agar saling mengasihi dan tidak menghakimi tetangga kita.”

Paus juga singgah ke rumah mantan diktator Kuba Fidel Castro di Havana. Didampingi keluarga Castro, kedua orang itu bertemu dalam apa yang disebut Vatikan “suasana yang sangat informal dan ramah.” Mereka juga bertukar hadiah buku.

Paus juga dijadwalkan bertemu Presiden Raul Castro, adik Fidel, melangsungkan doa malam dengan sejumlah pendeta dan berbicara dihadapan kaum muda disebuah pusat kebudayaan.

Paus dan Vatikan ikut berperan dalam negosiasi berbulan-bulan antara Kuba dan Amerika tahun lalu, yang menghasilkan normalisasi hubungan diplomatik kedua negara setelah 53 tahun. Amerika dan Kuba telah membuka lagi kedutaan besar mereka di Havana dan Washington.

Ini adalah kunjungan ketiga seorang paus ke Kuba sejak Paus Yohanes Paulus tahun 1998 dan Paus Benediktus tahun 2012.

Dari Kuba, Fransiskus akan menuju Amerika di mana ia dijadwalkan bertemu Presiden Barack Obama, berpidato di hadapan Kongres AS, dan berbicara dalam sidang tahunan Majelis Umum PBB di New York. [th/ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG