Tautan-tautan Akses

Paus Fransiskus Lanjutkan Kunjungan ke Wilayah Timur Kuba


Paus Fransiskus menyapa seorang anak yang duduk di atas kursi roda dalam sebuah pertemuan dengan sekelompok pemuda di Havana, Kuba (20/9).

Paus Fransiskus menyapa seorang anak yang duduk di atas kursi roda dalam sebuah pertemuan dengan sekelompok pemuda di Havana, Kuba (20/9).

Paus Fransiskus meninggalkan ibukota Kuba dan menuju bagian timur negara pulau tersebut hari Senin (21/9) sehari setelah pertemuan dengan Castro bersaudara yang telah berkuasa di Kuba sejak tahun 1959.

Paus bertolak ke Holguin, daerah asal Fidel dan Raul Castro.

Kota Holguin, lebih dari 800 kilometer sebelah timur Havana, selama berabad-abad dikenal dengan sebuah salib yang menghadap kota tersebut.

Pemimpin agama Roma Katolik itu akan menyelenggarakan misa di depan puluhan ribu umat di Holguin sebelum melanjutkan perjalanannya menuju kota terbesar kedua di Kuba, Santiago, untuk mengunjungi tempat ibadah suci "The Virgin of Charity".

Paus Fransiskus dalam misa di Havana, Minggu (20/9), memperingatkan warga Kuba tentang berbagai bahaya ideologi. Dia berkhotbah di hadapan kerumunan besar umat yang memadati lapangan bersejarah Kuba, "Revolutionary Square" atau Lapangan Revolusi di Havana.

Para pekerja membersihkan Loma de la Cruz, sehari sebelum kunjungan Paus Fransiskus ke Holguin di Kuba, 20 September 2015.

Para pekerja membersihkan Loma de la Cruz, sehari sebelum kunjungan Paus Fransiskus ke Holguin di Kuba, 20 September 2015.

"Umat Kristiani secara terus menerus diminta untuk menyisihkan keinginan dan ambisi mereka, keinginan mereka untuk mengejar kekuasaan, dan lebih memperhatikan mereka-mereka yang 'kurang beruntung'," katanya.

Mengunjungi Fidel Castro

Paus Fransiskus juga mengunjungi mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro di kediamannya di Havana.

Vatikan menyebut pertemuan dua orang pemimpin ini "sangat informal dan bersahabat." Mereka juga saling memberikan hadiah buku-buku keagamaan.

Paus Fransisku kemudian bertemu dengan Presiden yang saat ini berkuasa di Kuba, Raul Castro, adik Fidel.

Paus Fransiskus dan Fidel Castro berjabat tangan, di Havana, Kuba, Minggu, 20 September 2015.

Paus Fransiskus dan Fidel Castro berjabat tangan, di Havana, Kuba, Minggu, 20 September 2015.

Paus lalu menggelar doa malam bersama sekelompok pastur dan berbicara di hadapan para pemuda di sebuah pusat kebudayaan.

Paus Fransiskus dan pejabat Vatikan telah selama berbulan-bulan berada di balik pembicaraan rahasia antara Havana dan Washington pada tahun 2014.

Pembicaraaan tersebut mencapai puncaknya saat Raul Castro dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengumumkan dipulihkannya kembali hubungan diplomatik antara kedua negara untuk pertama kalinya dalam 53 tahun. Kini kedua negara telah memiliki perwakilan, di Washington DC dan Havana.

'Memberikan Harapan Untuk Kita'

Paus Fransiskus memuji pemulihan kembali hubungan kedua negara bertetangga yang telah lama saling 'bermusuhan' tersebut sebagai "sebuah contoh rekonsiliasi bagi seluruh umat di dunia" yang "memberikan harapan untuk kita semua."

Kunjungan ini merupakan kunjungan Paus ke Kuba untuk yang ketiga kalinya sejak 1998, ketika Paus John Paul II berkunjung ke negara tersebut, dan Paus Benediktus tahun 2012.

Paus Fransiskus akan menutup kunjungannya di Kuba hari Selasa (22/9), dan bertolak dari Santiago menuju Amerika Serikat.

Jadwal kedatangan Paus Fransiskus di Amerika Serikat akan mencakup pertemuan tertutup dengan Presiden Obama, berpidato di depan Kongres Amerika dan memberikan sambutan di markas besar PBB di New York. [eis/dw]

XS
SM
MD
LG