Tautan-tautan Akses

Paus Benediktus Tiba di Kuba, akan Peringati 400 Tahun 'El Cobre'


Paus Benediktus XVI disambut Presiden Kuba, Raul Castro di bandara kota Santiago hari Senin (26/3).

Paus Benediktus XVI disambut Presiden Kuba, Raul Castro di bandara kota Santiago hari Senin (26/3).

Paus Benediktus memulai kunjungannya dekat kota Santiago, Kuba timur, dimana paling sedikit 15 anggota Wanita Berpakaian Putih, sebuah organisasi oposisi terkemuka, telah ditahan.

Paus Benediktus tiba di negara komunis Kuba untuk membangkitkan keyakinan di negara yang pernah resmi ateis.

Sri Paus hari Senin disambut Presiden Raul Castro di bandara di kota terbesar kedua Kuba, Santiago. Kunjungannya menandai peringatan 400 tahun ikon keagamaan, the Virgin of Charity El Cobre, yang dimuliakan banyak warga Kuba lepas dari agama mereka.

Ia tiba disana pada masa hubungan gereja dan negara membaik. Gereja Katolik Roma makin menjadi institusi paling berpengaruh dibalik pemerintah. Kuba resmi sebagai negara ateis dari tahun 1959 hingga perubahan konstitusi tahun 1992 yang menghapus ateisme sebagai keyakinan negara dan menyatakan pemisahan gereja dan negara. Saat itu, Partai Komunis juga mencabut larangan bagi anggota yang punya kepercayaan agama.

Paus Benediktus hari Jumat menjelaskan lawatannya dengan mengatakan Gereja Katolik siap membantu Kuba bergeser menjauhi komunisme. Ia mengatakan ideologi Marxis tidak lagi sesuai dengan kenyataan, dan ia menawarkan bantuan gereja agar Kuba bergerak maju tanpa “trauma.”

Para pembangkang di Kuba berharap bisa menjelaskan kepada Paus pandangan mereka mengenai pemerintah.

Di Santiago, sedikitnya 15 anggota Ladies in White, sebuah kelompok pembangkang terbesar, telah ditahan. Kelompok itu terdiri dari para istri dan ibu 75 aktivis yang dipenjara dalam penumpasan tahun 2003 atas penentang mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro. Tiap minggu, mereka mengenakan pakaian putih dan berpawai di Havana menuntut pembebasan tahanan politik. Mereka juga minta bertemu Sri Paus.

Tetapi Uskup Santiago mengatakan kepada VOA waktu Sri Paus terbatas.

Sebuah kelompok yang memantau penahanan di pulau itu mengatakan 70 penentang pemerintah telah ditahan dalam empat hari menjelang lawatan Sri Paus.

Paus Benediktus akan menghadiri misa di Santiago sebelum menuju ibukota Havana untuk menyelesaikan kunjungan tiga hari. Tidak jelas apakah ia akan bertemu Fidel Castro atau Presiden Venezuela Hugo Chavez, yang sedang berada di Havana untuk perawatan kanker.

Kuba adalah negara terakhir dalam kunjungan lima hari Sri Paus di Amerika Selatan yang dimulai minggu lalu di Meksiko.

XS
SM
MD
LG