Tautan-tautan Akses

Patung Warga Washington DC Boleh Dipajang di Gedung Kongres AS


Berkat kegigihan Eleanor Holmes Norton, wakil DC di Kongres, memperjuangkan perwakilan wilayahnya di parlemen Amerika, akhirnya patung warga Washington, DC, Frederick Douglass, akhirnya bisa dipajang di gedung Capitol Hill (foto: Dok).

Berkat kegigihan Eleanor Holmes Norton, wakil DC di Kongres, memperjuangkan perwakilan wilayahnya di parlemen Amerika, akhirnya patung warga Washington, DC, Frederick Douglass, akhirnya bisa dipajang di gedung Capitol Hill (foto: Dok).

Anggota-anggota Kongres Amerika mensahkan keputusan yang membolehkan patung seorang warga Washington dipajang di gedung Kongres, Capitol Hill.

Bulan lalu warga Washington, DC memenangkan hal yang sudah lama diperjuangkan di Kongres; hal itu tidak terkait dengan status sebagai negara bagian atau punya suara di parlemen Amerika itu, tetapi sesuatu yang punya arti besar bagi warga Washington, DC.
Anggota-anggota Kongres mensahkan keputusan yang membolehkan patung seorang warga Washington dipajang di gedung Kongres, Capitol Hill. Patung penulis, cendekiawan, dan pemimpin anti-perbudakan Frederick Douglass akan dipasang di dekat atau di dalam Statuary Hall gedung itu.

Setiap negara bagian diperbolehkan memajang dua patung di gedung Capitol. Patung itu harus merupakan tokoh penting dari negara bagian itu. Contohnya, Virginia memajang patung Presiden George Washington dan Jenderal Robert E. Lee. Hawaii memilih kepala suku Kamehameha the First sebagai salah satu dari dua patung yang mewakili negarabagiannya. Alabama memajang patung Helen Keller.

Namun, sejak lama wilayah Washington, DC, tidak diperbolehkan memajang patung karena dianggap bukan negara bagian. Hal itu menggusarkan wakil DC di Kongres, Eleanor Holmes Norton. Ia duduk di komisi DPR, tetapi kekuasaannya terbatas. Contohnya, ia tidak boleh ikut pemungutan suara dalam pengesahan rancangan undang-undang.

Namun, Norton berupaya membuat suaranya didengar dalam semua isu yang berdampak pada warga Washington,DC, termasuk pemajangan patung di gedung Capitol. Ia memperjuangkan hal itu di Kongres sejak lama.

Norton menyatakan sangat bahagia dengan keputusan ini yang diloloskan oleh Senat maupun DPR akhir bulan lalu. “Warga DC adalah pembayar pajak juga, jadi mereka berhak punya dua patung di gedung Capitol, seperti semua negara bagian,” ujarnya.

Frederick Douglass bukan warga asli Washington, DC. Ia lahir di Maryland pada tahun 1818, sebagai buruh. Namun, ketika remaja ia berhasil bebas. Douglass belajar membaca dan menulis ketika kecil, dan ia seorang otodidak sepanjang hidupnya.

Sebagai pemimpin gerakan untuk mengakhiri perbudakan, Douglass banyak berpidato di berbagai kota Amerika. Ia dipandang sebagai salah satu pembicara yang paling berpengaruh dalam sejarah Amerika. Ia juga seorang penulis dan menjadi penasehat Presiden Abraham Lincoln.

Setelah kemenangan ini, perjuangan Norton akan terus berlanjut. Ia akan memperjuangkan wilayah DC bisa memajang satu patung lagi.
XS
SM
MD
LG