Tautan-tautan Akses

Pasukan Ukraina Rebut Kembali Kota Mariupol


Pasukan Ukraina yang duduk di bak belakang truk terbuka melambaikan tangan kepada penduduk di sekitar lokasi pertempuran di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina (13/6).

Pasukan Ukraina yang duduk di bak belakang truk terbuka melambaikan tangan kepada penduduk di sekitar lokasi pertempuran di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina (13/6).

Menteri Dalam Negeri Arsen Avakov mengatakan pasukan Ukraina menaikkan bendera negara itu di balai kota Mariupol, Jumat (13/6).

Pemerintah Ukraina hari Jumat (13/6) mengatakan pasukan keamanannya kembali menguasai Mariupol, kota pelabuhan di wilayah Donetsk yang telah berpindah tangan beberapa kali.

Menteri Dalam Negeri Arsen Avakov mengatakan pasukan Ukraina menaikkan bendera negara itu di balai kota itu hari Jumat (13/6).

Sebelumnya, Menteri dalam negeri Ukraina mengatakan pasukan keamanan telah mengepung Mariupol, sebuah kota pelabuhan yang dikuasai pemberontak di wilayah Donetsk dalam operasi yang dimulai Jumat pagi (13/6). Pemberontak di kota mengkonfirmasi pertempuran itu dan mengatakan lima anggota kelompok mereka tewas.

Hari Kamis, separatis pro-Rusia di kota Donetsk mengatakan mobil van yang digunakan oleh pemimpin pemberontak separatis Denis Pushilin meledak di pusat kota, melukai setidaknya tiga pengawal.

Pemberontak mengatakan Pushilin - salah satu pemimpin Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri - tidak di dalam kendaraan ketika ledakan itu terjadi di depan sebuah bangunan yang diduduki pihak separatis.

Juga hari Kamis, Menteri Dalam Negeri Avakov menuduh Rusia mengizinkan pasukan lapis baja, termasuk tiga tank militer, menyeberang ke Ukraina pada titik kontrol perbatasan yang dijaga oleh separatis.

Juru bicara Presiden Petro Poroshenko mengatakan pemimpin Ukraina itu mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin penyeberangan yang dilaporkan itu "tidak dapat diterima."

Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan dalam pernyataan hari Jumat bahwa jika berbagai laporan mengenai “geng bersenjata pro-Rusia” mendapatkan senjata-senjata berat, termasuk tank dan kendaraan lapis baja lain dari Rusia dikukuhkan, itu akan menunjukkan “semakin meningkatnya” krisis di Ukraina timur.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG