Tautan-tautan Akses

Pasukan Suriah dan Pemberontak Bentrok di Beberapa Kota

  • Edward Yeranian

Seorang tentara pemerintah Suriah melakukan patroli di salah satu jalan di Damaskus (foto; dok).

Seorang tentara pemerintah Suriah melakukan patroli di salah satu jalan di Damaskus (foto; dok).

Pasukan pemerintah Suriah bertempur melawan pemberontak di pinggir kota Damaskus, Homs, dan Aleppo, tanpa tanda-tanda meredanya perang.

Pasukan pemerintah Suriah hari Senin bentrok dengan pasukan pemberontak di pinggiran kota Damaskus, Homs dan Aleppo dan tidak tampak adanya peredaan dalam perang. Pertempuran terus berlanjut selama pembahasan internasional atas kemungkinan serangan militer Amerika untuk menanggapi dugaan serangan senjata kimia oleh militer Suriah.

Dalam sebuah video amatir, militan Islamis mengatakan mereka menarik diri dari kota Kristen bersejarah Maaloula dekat perbatasan Lebanon sementara pasukan pemerintah Suriah melancarkan serangan untuk merebut kembali kontrol atas kota itu. Pejuang Islamis bertekad akan melindungi kota itu setelah pemberontak merebutnya pekan lalu.

Pasukan pemerintah terus menggempur pinggiran kota Damaskus yang dikuasai pemberontak, termasuk kota Madhamiya, di mana tuduhan serangan senjata kimia terjadi tanggal 21 Agustus lalu. Gempuran lebih gencar juga dilaporkan di distrik Barzeh, Qabboun dan Sayyeda Zeinab.

Serangan udara dilaporkan terjadi di posisi-posisi pemberontak di luar Aleppo, dekat jalan raya strategis yang menghubungkan kota itu dengan wilayah pemerintah di pesisir. Pasukan pemerintah dilaporkan membuat kemajuan dalam merebut kembali bagian-bagian jalan dalam pertempuran seminggu terakhir.

Para pejabat Suriah terus memperingatkan agar serangan militer Amerika tidak dilaksanakan.

Kepala parlemen Suriah Jihad al-Laham mengatakan kepada Sky News Arabia dia menghimbau anggota kongres Amerika agar tidak mensahkan rancangan undang-undang mengenai serangan militer terhadap Suriah. Dia menyebut kemungkinan serangan itu “perang yang tidak adil” yang akan “mendorong aksi-aksi teroris.”

Di Moskow, Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan “solusi politik adalah satu-satunya jalan keluar" dari konflik 30 bulan itu. Dia mengatakan pemerintah Suriah berusaha mencari solusi diplomatik bagi krisis senjata kimia yang telah berlangsung ha tiga minggu.

Dia mengatakan upaya-upaya diplomatik yang melibatkan Rusia sedang berlangsung untuk menghindari kemungkinan serangan militer terhadap negaranya.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry mengatakan dalam konferensi pers di London hari Senin Suriah bisa menyelesaikan krisis itu secara damai jika bersedia menyerahkan persediaan senjata kimianya “dalam satu minggu.” Belum ada tanggapan dari pemerintah Suriah atas pernyataan itu.
XS
SM
MD
LG