Tautan-tautan Akses

Pasukan Pro-Rusia Ambil Alih Markas Besar Angkatan Laut di Krimea


Orang-orang bersenjata yang diduga kuat bekerja untuk Rusia, berjaga di dekat cerobong asap dekat markas bear angkatan laut dan memasang bendera Rusia di Sevastopol (19/3).

Orang-orang bersenjata yang diduga kuat bekerja untuk Rusia, berjaga di dekat cerobong asap dekat markas bear angkatan laut dan memasang bendera Rusia di Sevastopol (19/3).

Pasukan pro-Rusia telah mengambil alih kontrol atas markas besar angkatan laut di pelabuhan Sevastopol, Krimea, sehari setelah Rusia menandatangani perjanjian dengan penguasa setempat untuk membuat Krimea menjadi bagian Rusia.

Menurut para saksi mata sekurang-kurangnya 200 pasukan bela diri tak bersenjata masuk ke pangkalan angkatan laut itu hari Rabu (19/3) dan mengobarkan bendera Rusia. Tidak terjadi kekerasan, karena para tentara Ukraina dilaporkan tidak memberikan perlawanan.

Ribuan tentara Rusia telah menguasai Krimea dalam beberapa pekan terakhir. Kawasan yang mayoritas penduduknya warga Rusia itu dalam referendum hari Minggu memutuskan untuk melepaskan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia.

Kantor berita Rusia mengutip sumber-sumber di kantor kejaksaan Sevastopol yang mengatakan komandan Angkatan Laut Ukraina, Gaiduk Sergei, telah "ditahan sementara" setelah meninggalkan markas angkatan laut itu.

Pada hari Selasa (18/3), satu tentara Ukraina dan satu anggota milisi pro-Moskow tewas dalam baku tembak di sebuah fasilitas militer Ukraina di ibukota Krimea, Simferopol.

Langkah presiden Rusia Vladimir Putin mencaplok Krimea membuat marah Amerika Serikat dan Uni Eropa, yang menyatakan referendum itu ilegal, dan memberlakukan sanksi terhadap Rusia.

Namun Putin mengatakan kepada parlemen Rusia hari Selasa bahwa referendum itu legal dan Krimea selalu merupakan bagian tak terpisahkan dari Rusia.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG