Tautan-tautan Akses

Pasukan Keamanan Thailand Perketat Pengawasan di Bangkok Untuk Cegah Aksi Protes


Kendaraan berlapis baja berpatroli di persimpangan dekat demo anti-kudeta berlangsung di Bangkok, Thailand, 1 Juni 2014. (Steve Herman/VOA)

Kendaraan berlapis baja berpatroli di persimpangan dekat demo anti-kudeta berlangsung di Bangkok, Thailand, 1 Juni 2014. (Steve Herman/VOA)

Pemerintah militer Thailand telah mengerahkan ribuan tentara dan polisi di berbagai penjuru negara itu.

Langkah tersebut diambil untuk menciutkan nyali para demonstran yang mengancam akan melakukan aksi protes satu hari dengan mengabaikan larangan militer, yang mengambil alih kekuasaan melalui kudeta bulan lalu.

Aksi-aksi protes dalam skala kecil namun sengit berlangsung di ibukota, Minggu, sebagaimana terjadi hari-hari sebelumnya sejak militer menjatuhkan pemerintah sipil lewat kudeta tak berdarah tanggal 22 Mei.

Koresponden VOA di Bangkok melaporkan para demonstran menggunakan media sosial untuk menjauhkan diri dari pasukan keamanan yang sebelumnya bergerak mendekati kelompok-kelompok kecil demonstran untuk membubarkan mereka.

Menteri Pertahanan Amerika Chuck Hagel hari Sabtu menuntut pimpinan kudeta membebaskan semua tahanan dan segera mengadakan pemilihan umum.

Berbicara pada sebuah konferensi keamanan di Singapura, Hagel juga menyerukan kepada pemerintah junta militer untuk mengakhiri pembatasan terhadap kebebasan berekspresi, termasuk pelarangan berkumpul lebih dari lima orang untuk urusan politik dan pengawasan ketat terhadap media.

Mengecam kemunduran demokrasi negara kerajaan itu, Hagel mengatakan kepada para delegasi dalam dialog Shangri-La bahwa Amerika telah membekukan untuk sementara hubungan militer yang telah berlangsung lama dengan Thailand.

Dalam sebuah pidato televisi yang ditayangkan secara nasional, Jumat malam, pemimpin kudeta Jenderal Prayuth Chan-ocha mengatakan sebuah proses rekonsiliasi dan reformasi politik harus berlangsung sebelum pemilu. Ia menghabiskan sebagian besar pidatonya untuk meyakinkan kembali masyarakat bahwa ekonomi Thailand kuat dan bahwa investor harus tetap menaruh kepercayaan.
XS
SM
MD
LG