Tautan-tautan Akses

Pasukan Keamanan Pakistan Halau Demonstran dari Stasiun Televisi


Para demonstran menggunakan tongkat untuk menghantam mobil dan motor dalam protes di Islamabad (1/9). (Reuters/Faisal Mahmood)

Para demonstran menggunakan tongkat untuk menghantam mobil dan motor dalam protes di Islamabad (1/9). (Reuters/Faisal Mahmood)

Pemrotes, yang menuntut peletakan jabatan Perdana Menteri Nawaz Sharif, menyerbu Pakistan Television atau PTV, Senin (1/9).

Pasukan keamanan Pakistan telah menghalau ratusan pemrotes anti-pemerintah dari stasiun televisi negara setelah demonstran merebut gedung itu dan memutuskan siaran.

Pemrotes, yang menuntut peletakan jabatan Perdana Menteri Nawaz Sharif, menyerbu Pakistan Television atau PTV, Senin (1/9). PTV kemudian menayangkan liputan langsung mengenai demonstran dalam kompleks perkantorannya di ibukota Islamabad.

Sebelumnya Senin di Islamabad, pemrotes yang membawa tongkat dan batu bentrok lagi dengan polisi.

Demonstran telah melakukan protes selama beberapa minggu, menuntut peletakan jabatan Perdana Menteri Sharif.

Meski hujan lebat, massa pemrotes berusaha menerobos pagar betis polisi untuk memasuki kediaman perdana menteri di Islamabad. Polisi menanggapinya dengan menembakkan gas air mata.

Pemimpin oposisi Imran Khan bertekad untuk tidak menghentikan protes anti-pemerintah sampai perdana menteri meletakkan jabatan.

Khan mendesak para pendukung di Islamabad Minggu malam untuk mengkonfrontasi polisi dan menunjukkan tekad menetang apa yang disebut penindakan ilegal demonstan yang damai.

Militer Pakistan yang kuat itu mengadakan rapat panglima Minggu yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Rapat itu mengatakan pemerintah hendaknya segera mengakhiri konfrontasi dengan damai.

Pimpinan Angkatan Bersenjata Raheel Sharif memperingatkan bahwa penggunaan pasukan lebih jauh hanya akan memperuncing kerusuhan.

Ribuan pemrotes telah berkemah di Islamabad selama lebih dua minggu, menuntut Sharif turun. Oposisi menuduhnya melakukan kecurangan besar-besaran dalam pemilu tahun lalu meski para peninjau internasional telah mengatakan pemilu itu umumnya bebas dan adil.

XS
SM
MD
LG