Tautan-tautan Akses

Pasukan Irak Kehilangan Kontrol atas Beji dan Kilang Minyak Terbesar

  • Edward Yeranian

Militan Islamis Sunni (ISIL) dilaporkan telah menguasi Beji dan kilang minyak terbesar di Irak utara (foto: dok).

Militan Islamis Sunni (ISIL) dilaporkan telah menguasi Beji dan kilang minyak terbesar di Irak utara (foto: dok).

Laporan yang belum dikukuhkan mengatakan, pasukan Irak sudah kehilangan kontrol atas sebagian besar kota Beiji, serta sebuah kompleks kilang minyak luas yang terbesar di negara itu.

Sebuah video amatir memperlihatkan, konvoi militan Sunni (ISIL) membunyikan klakson kendaraan mereka, ketika memasuki kota kilang minyak Beiji. Tetapi, tidak jelas seberapa bagian dari kota itu dikuasi kaum militan. Para saksi mata mengatakan, bendera-bendera hitam ISIL berkibar dari menara-menara penjagaan yang mengelilingi kilang minyak.

Stasiun TV Irak, Asharqiya melaporkan, pertempuran terjadi di dekat ruang kontrol utama kilang minyak itu, dan beberapa tangki minyak terbakar. Seorang komandan keamanan pemerintah mengklaim berada di dalam kilang minyak itu dalam wawancara lewat telpon dengan stasiun TV milik pemerintah, Al Iraqiya.

Beberapa ratus pekerja diungsikan dari kilang minyak itu, Kamis. Pada konferensi pers, juru bicara militer Irak, Kasim Mohamad Atta menegaskan, pasukan keamanan pemerintah menguasai semua kilang minyak Beiji.

Dia mengatakan, lebih dari 70 teroris tewas, ketika mereka berusaha menyerang kilang minyak itu. Ia menambahkan, 17 kendaraan mereka dihancurkan dalam pertempuran itu.
Beberapa laporan mengatakan, militan ISIL telah memasuki kota Baquba di Sungai Diyala, 60 kilometer di utara ibukota Irak.

Jenderal Atta menyatakan sejumlah organisasi media “berbohong” tentang peristiwa-peristiwa akhir-akhir ini, menyiarkan informasi palsu untuk “mempengaruhi semangat juang rakyat Irak”. Lima stasiun TV Irak telah ditutup oleh pemerintah karena dituduh melakukan pelanggaran.

Perdana Menteri Nuri al-Maliki berulang kali menuduh Arab Saudi dan kaum Sunni di negara-negara Teluk Arab mendukung pemberontakan yang terus meluas.

Namun, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Saud al Faisal menyangkal dan membalas pernyataan Maliki.

Ia mengatakan, Maliki seharusnya berhati-hati dalam berbicara, karena dia bisa menyulut konflik sektarian dengan mendorong pembentukan milisi-milisi sektarian.

Sementara itu, warga di ibukota Irak mengeluh mengenai kekurangan bahan kebutuhan dan naiknya harga-harga. Seorang pedagang mengatakan, keadaannya memburuk.
Act Shopkeeper:

Ia mengatakan, persediaan air kurang dan listrik makin sering mati, memaksa pernduduk menggunakan mesin disel.

Juru bicara Keamanan Irak, Sa’ad Ma’an mengatakan, pemerintah sedang berusaha menghentikan penipuan harga, mengancam akan menahan para pedagang yang dituduh berspekulasi. Ia juga menegaskan, Baghdad punya “cukup makanan untuk bertahun-tahun mendatang”.
XS
SM
MD
LG