Tautan-tautan Akses

AS

Pasukan AS Cari Sisa Gas Beracun pada Pecahan Roket ISIS


Pasukan keamanan Irak menunggu kendaraan untuk pergi ke Mosul dan melawan militan Negara Islam (ISIS). (Foto: Dok)

Pasukan keamanan Irak menunggu kendaraan untuk pergi ke Mosul dan melawan militan Negara Islam (ISIS). (Foto: Dok)

Cairan hitam berminyak ditemukan di bagian roket yang jatuh di pangkalan militer di Irak, dan pengujian awal menunjukkan bahwa bahan itu mungkin gas beracun.

Seorang pejabat militer Amerika mengatakan militan Negara Islam (ISIS) diduga menembakkan roket atau peluru meriam yang menimpa sebuah pangkalan militer di Irak utara dan mungkin berisi senjata gas mustard yang beracun.

Dalam keterangan kepada wartawan di Departemen Pertahanan, seorang pejabat mengatakan tidak ada yang terluka dalam serangan hari Selasa (20/9) di pangkalan udara Qayyarah Barat, tetapi beberapa ratus tentara Amerika sedang berada di pangkalan tersebut .

Pejabat itu mengatakan roket jatuh di dalam daerah keamanan pangkalan, tetapi menyebut serangan itu "secara militer tidak berarti" dan tidak mempengaruhi operasi misi.

Pejabat itu mengatakan "ratusan" tentara Amerika berada di pangkalan itu tetapi tidak memberikan rincian.

Pangkalan Qayyarah Barat sedang digunakan sebagai daerah persiapan untuk pasukan Irak yang akan melancarkan serangan terhadap Mosul, kota bagian utara yang telah menjadi kubu pertahanan ISIS selama dua tahun terakhir.

Pejabat Amerika itu mengatakan, cairan hitam berminyak ditemukan di bagian roket yang jatuh di pangkalan itu. Dua uji coba lapangan dilakukan; yang pertama menunjukkan bahan itu mungkin bagian dari gas beracun mustard, tetapi pemeriksaan kedua hasilnya negatif.

Pejabat itu mengatakan bahan itu dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dua sampai empat tentara yang memeriksa pecahan roket itu menjalani pemeriksaan kesehatan setelah menemukan bahan itu, sebagai langkah pencegahan. Tidak satu pun dari mereka melaporkan adanya gejala keracunan.

Pejabat itu mengatakan ada beberapa peristiwa tahun ini di mana ISIS telah menggunakan senjata kimia terhadap pasukan Irak, Kurdi dan Suriah. Pejabat itu mengatakan ini adalah pertama kalinya bahan semacam itu ditemukan di sekitar tentara Amerika.

Pasukan Amerika pekan lalu menghancurkan sebuah fasilitas di dekat Mosul yang diduga digunakan untuk membuat senjata kimia. [sp/isa]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG