Tautan-tautan Akses

Pasukan Arab, Pemberontak Yaman Berjanji Patuhi Gencatan Senjata


Pemberontak Houthi yang didukung Iran mengatakan akan mematuhi gencatan senjata terbaru (foto: dok).

Pemberontak Houthi yang didukung Iran mengatakan akan mematuhi gencatan senjata terbaru (foto: dok).

Beberapa gencatan senjata sebelumnya di Yaman telah gagal dan warga sipil Yaman berharap ini akan jadi yang terakhir.

Sebuah gencatan senjata diberlakukan di Yaman mulai tengah malam waktu setempat. Semua pihak telah berjanji akan mematuhinya.

Gencatan itu bertujuan untuk membantu menyukseskan perundingan perdamaian pada tanggal 18 April mendatang di Kuwait.

Sebuah pernyataan koalisi yang dipimpin Saudi mengatakan, “koalisi Arab akan menghormati gencatan senjata di Yaman mulai hari Minggu (10/4) atas permintaan Presiden Hadi, tetapi kami berhak untuk merespon segala serangan pemberontak.”

Para pemberontak yang didukung Iran juga mengatakan akan mematuhi gencatan itu, tetapi akan membalas apabila diserang.

Pertempuran dilaporkan terjadi di beberapa wilayah beberapa jam menjelang gencatan senjata itu. Sebuah laporan mengatakan sedikitnya 20 orang tewas.

Beberapa gencatan senjata lain di Yaman telah gagal dan warga sipil yang putus asa berharap ini akan jadi yang terakhir.

Kubu Houthi merebut Sana’s pada tahun 2014 dan memaksa pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang didukung internasional untuk mengasingkan diri ke Arab Saudi sebelum kembali ke Aden.

Sebuah koalisi yang didukung Saudi meluncurkan beberapa serangan udara terhadap Houthi tahun lalu dan mengerahkan pasukan darat.

Serangan udara dan pertempuran darat telah menewaskan sekitar 6.000 orang dan menimbulkan krisis kemanusiaan di Yaman.

PBB mengatakan sekitar 80 persen warga Yaman sangat membutuhkan bantuan pangan dan obat-obatan. [vm]

XS
SM
MD
LG