Tautan-tautan Akses

Pasukan Afghanistan Pukul Mundur Taliban dari Satu Kota Penting


Pos pemeriksaan polisi dekat Pul-e-Khumri, 107 km selatan Kunduz yang diserang Taliban awal bulan ini.

Pos pemeriksaan polisi dekat Pul-e-Khumri, 107 km selatan Kunduz yang diserang Taliban awal bulan ini.

Gerak maju Taliban ke salah satu kota penting di utara telah dihentikan dengan korban besar di pihak musuh. Demikian klaim dari pasukan keamanan Afghanistan.

Pasukan keamanan Afghanistan mengatakan hari Minggu mereka telah menghentikan gerakan maju tadi malam oleh Taliban ke satu kota penting di utara dan menimbulkan korban besar di pihak musuh tersebut.

Pertempuran di pinggir kota Pul-e-Khumri, ibukota provinsi Baghlan, pecah ketika Taliban menguasai beberapa desa dan pos keamanan terpencil, kata penduduk dan sumber-sumber dari pihak pemberontak.

Pertempuran untuk sementara menutup jalan raya utama yang menghubungkan ibukota nasional Kabul dengan 8 provinsi di utara serta negara-negara tetangga.

Setelah pasukan keamanan memimpin serangan balasan yang berhasil dan memaksa pemberontak mundur, jalan dibuka kembali, kata para pejabat provinsi.

Seorang jurubicara Taliban dalam pernyataan yang dikirim kepada para wartawan membantah klaim pemerintah dan menuduh pemerintah Afghanistan berusaha menyembunyikan “kekalahan dan korban”melalui propaganda demikian.

Pemberontak dalam beberapa bulan ini telah berkali-kali merebut kekuasaan di bagian-bagian jaringan Jalan Lingkar sepanjang lebih dari 2.000 mil, yang menghubungkan pusat-pusat utama penduduk Afghanistan. Perebutan itu kadang-kadang menghentikan lalu-lintas..

Sementara itu, para perunding perdamaian pemerintah telah menyelesaikan pembicaraan berminggu-minggu mengenai persetujuan perdamaian dengan satu lagi kelompok pemberontak yang selama bertahun-tahun bertempur bersama Taliban.

Para perunding militan faksi Hezb-i-Islami, yang dipimpin oleh buronan Afghanistan Gulbuddin Hekmatyar, masih berada di Kabul untuk melakukan pertemuan lebih jauh.

Namun, para pejabat mengingatkan kemungkinan akan memakan waktu beberapa minggu sebelum persetujuan dicapai.

Tetapi para aktivis hak azasi dan banyak orang Afghanistan telah mengecam usaha rekonsiliasi Presiden Ashraf Ghani dengan Hekmatyar.

Mantan perdana menteri berusia 68 tahun itu paling dikenal atas tuduhan pembunuhan ribuan orang sipil dan melakukan pelanggaran hak azasi manusia pada masalah pertentangan dalam pmerintahan Afghanistan tahun 1990-an. [gp]

XS
SM
MD
LG