Tautan-tautan Akses

Pasca Penembakan, WNI di Paris Masih Kaget


Warga negara Indonesia di Paris, Wisnu Nugroho (foto/dok: Wisnu Nugroho)

Warga negara Indonesia di Paris, Wisnu Nugroho (foto/dok: Wisnu Nugroho)

Situasi di Paris masih menegangkan dan mencekam pasca penembakan di dalam kantor majalah Charlie Hebdo hari Rabu (7/1). Peristiwa ini telah membuat Perancis menaikkan tingkat siaga terorisnya ke level tertinggi. WNI di Perancis mengatakan ikut waspada.

“Saya baik-baik saja. Cuma saya sedikit shocked dan cemas, takut, bercampur jadi satu,” papar warga Indonesia di Paris, Wisnu Nugroho kepada reporter VOA, Dhania Iman. “Saya sekarang lebih pilih tinggal di rumah dan menghindari kerumunan publik,” lanjutnya.

Saat peristiwa berlangsung pria yang tengah menekuni profesi sebagai kepala pelayan di hotel Sofitel ini tengah berada di tempat kerja, yang berlokasi di daerah La Defense, sekitar 30 menit dari lokasi penembakan.

“Ada teman saya yang beri tahu ada serangan teroris di Paris dan akibatnya ada 12 orang meninggal. Saya langsung kaget. Secara enggak langsung karena saya tinggal enggak jauh dari Paris terus saya bisa membayangkan bagaimana situasinya saat itu,” papar pria yang sudah tinggal di Perancis selama delapan tahun terakhir ini.

“Saya bekerja di daerah La Defense, itu adalah distrik bisnis terbesar di Eropa. Yang saya takutkan juga kejadiannya bakal terjadi di sekitar sini karena banyak perusahaan-perusahaan internasional,” lanjutnya.

Pasca penembakan, keamanan di Paris langsung diperketat. Sekolah-sekolah banyak yang dipulangkan lebih awal. Namun, Wisnu mengatakan transportasi umum masih terus berjalan dan pusat-pusat perbelanjaan tetap buka. “Hari ini hari pertama sale di Perancis dan akan berlangsung selama 6 minggu. Mungkin yang akan dilakukan pemerintah adalah memperketat penjagaan terutama di departement store (seperti) Galeries Lafayette, terus penjagaan di menara Eiffel, Arc de Triomphe, Champs-Élysées, yang pasti juga ya La Defense ini,” jelas pria berumur 29 tahun ini.

Tragedi ini telah membuat masyarakat di seluruh dunia prihatin. “Yang pasti saat ini banyak penduduk di berbagai kota besar di Perancis, termasuk yang di Paris kumpul bersama untuk membuktikan kalau di Perancis ini kita bersatu melawan terorisme,” jelas Wisnu. “Dan nanti hari Sabtu ini lagi, namanya Marche Republicaine, banyak yang bersatu, tidak membedakan masalah politik kiri-kanan, semuanya satu,” lanjutnya.

Melalui situsnya, KBRI di Paris menghimbau warga negara Indonesia yang tinggal atau tengah berada di Paris dan sekitarnya untuk tetap waspada dan berhati-hati jika berada di pusat keramaian. “Kita wanti-wanti sendiri saja deh. Kalau enggak penting banget enggak usah ke mana-mana,” ujar Wisnu menutup wawancara dengan VOA.

XS
SM
MD
LG