Tautan-tautan Akses

AS

Pasca Keputusan Atas Zimmerman, Obama Ajak 'Merenung'


Presiden AS Barack Obama saat berbicara pada wartawan di Gedung Putih mengenai penembakan Trayvon Martin (19/7). (AP/Manuel Balce Ceneta)

Presiden AS Barack Obama saat berbicara pada wartawan di Gedung Putih mengenai penembakan Trayvon Martin (19/7). (AP/Manuel Balce Ceneta)

Menanggapi kemarahan atas keputusan tidak bersalah seorang pria yang menembak seorang remaja kulit hitam, Presiden Barack Obama mengajak masyarakat AS merenung.

Presiden Amerika Barack Obama meminta rakyat Amerika "merenung" untuk menanggapi putusan tidak bersalah pada persidangan seorang laki-laki yang menembak mati seorang remaja berkulit hitam yang tak bersenjata.

Dalam penampilan mendadak di depan wartawan di Gedung Putih, Jumat (19/7), Presiden Obama mengatakan ia sedang mempertimbangkan langkah-langkah yang mungkin diambil guna membantu bangsa Amerika menuju arah positif setelah kasus yang sarat ketegangan ras itu.

Remaja itu, Trayvon Martin, tewas Februari tahun lalu setelah bergulat dengan relawan hansip berdarah Hispanik, George Zimmerman. Zimmerman dibebaskan bulan ini dari dakwaan pembunuhan dengan dalih pembelaan diri.

Putusan bebas itu menuai protes di seantero Amerika, dan Departemen Kehakiman sedang mengkaji apakah harus mengajukan tuntutan federal terhadap Zimmerman.

Presiden Obama mengatakan dalam memikirkan keperihan yang dirasakan, penting untuk mengakui bahwa masyarakat kulit hitam di Amerika melihat masalah ini melalui serangkaian pengalaman dan "sejarah yang selalu berulang."
XS
SM
MD
LG