Tautan-tautan Akses

Pasar Saham Asia Anjlok Setelah S&P Turunkan Peringkat Kredit AS


Seseorang mengamati indeks saham Nikkei 225 di Tokyo, Jepang. Indeks Nikkei turun lebih dari dua persen hari Senin (8/8).

Seseorang mengamati indeks saham Nikkei 225 di Tokyo, Jepang. Indeks Nikkei turun lebih dari dua persen hari Senin (8/8).

Indeks saham utama Asia di Tokyo, Hongkong, dan Seoul semuanya turun lebih dari dua persen pada perdagangan hari Senin.

Pasar global bereaksi negatif terhadap penurunan peringkat kredit Amerika hari Jumat oleh lembaga pemeringkat Standard & Poor’s. Indeks utama Asia di Tokyo, Hongkong, dan Seoul semuanya turun lebih dari dua persen pada hari Senin. Indeks Nikkei di Tokyo turun sekitar 2,2 persen, indeks Hang Seng di Hongkong anjlok lebih dari 3 persen, sedangkan indeks Kospi di Seoul jatuh sebesar 3,8 persen.

Pasar keuangan di Timur Tengah ditutup turun tajam hari Minggu, termasuk bursa saham Tel Aviv, yang anjlok sebesar 7 persen.

Bursa perkiraan pasar di New York juga lebih rendah menjelang pembukaan di Wall Street hari Senin.

Di Washington, Menteri Keuangan Amerika Timothy Geithner mengatakan S&P menggunakan "pertimbangan buruk" ketika menurunkan peringkat kredit Amerika pekan lalu dari yang tertinggi tripleA. Geithner mengatakan kepada stasiun televisi CNBC bahwa S&P menunjukkan "kurangnya pemahaman yang luar biasa" tentang penghitungan yang digunakan untuk menyusun anggaran federal.

Penurunan itu menandakan S&P yakin obligasi pemerintah Amerika saat ini merupakan investasi yang lebih berisiko. Direktur Utama S&P John Chambers memperkirakan peringkat kredit Amerika akan turun kembali dalam enam bulan dari sekarang.

Tapi Geithner mengatakan perekonomian Amerika sangat tangguh dan kuat. Ia mengatakan investasi surat-surat utang Amerika merupakan investasi yang sangat aman dan tidak beresiko bahwa Amerika tidak akan mampu memenuhi kewajibannya.

XS
SM
MD
LG