Tautan-tautan Akses

AS

Pasangan Kerajaan Inggris Akhiri Kunjungan ke New York


Pangeran William dan istrinya Catherine mengakhiri kunjungan selama tiga hari ke Amerika Serikat dengan menghadiri jamuan makan malam, menonton pertandingan bola basket dan tur di monumen peringatan 11 September di New York.

Pangeran William dan istrinya Catherine menikmati jamuan makan malam di Metropolitan Museum of Art Selasa (9/12) malam, mengakhiri kunjungan tiga hari mereka ke Amerika Serikat.

Jamuan makan malam tersebut diadakan untuk memperingati ulang tahun yang ke-600 Universitas St. Andrews.

Menurut kantor pers kerajaan, acara tersebut memberikan "beasiswa dan bantuan biaya untuk siswa yang berasal dari kalangan kurang mampu, fasilitas olahraga untuk siswa yang baru di St. Andrews, investasi di media universitas dan fakultas-fakultas sains dan pengadaan pengajar dalam bidang Literatur Amerika di St. Andrews".

"Saya dan Catherine senang bisa berada di sini malam ini, dan saya tidak perlu lagi menjelaskan betapa pentingnya arti Universitas St. Andrews bagi kami berdua," kata Prince William kepada para tamu dalam pidato pembukaan. "Anda semua di ruangan ini saya yakin sudah tahu bahwa pendidikan yang diberikan di universitas tersebut adalah pendidikan terbaik."

Pangeran William juga menambahkan masa kuliahnya di universitas tersebut sangat menyenangkan.

Monumen Peringatan dan Museum 11 September

Pada hari Selasa (9/12) pasangan tersebut melakukan kunjungan khidmat ke Monumen Peringatan dan Museum 11 September, disambut oleh kelompok pengagum kecil yang berdiri di bawah siraman hujan untuk bisa melihat pasangan kerajaan tersebut.

Kate, Duchess of Cambridge, meletakkan satu buket mawar putih dan kartu bertuliskan tangan di salah satu kolam peringatan menandakan tempat semula berdirinya World Trade Center.

Di sepanjang kolam terukir nama-nama 3.000 korban yang tewas pada 11 September 2001, ketika dua pesawat yang dibajak meruntuhkan menara kembar tersebut.

Kartu yang ditandatangani oleh pasangan tersebut, bertuliskan: "Dengan sedih mengenang mereka yang wafat pada 11 September dan kekaguman akan keberanian yang ditunjukkan untuk bangkit kembali."

Di tugu peringatan tersebut, mereka melambaikan tangan singkat kepada khalayak yang menunggu sebelum masuk untuk melihat pameran di museum dan foto-foto ketika serangan tersebut terjadi.

Kate mengenakan mantel Mulberry berwarna fuchsia dan tampak menonjol tapi tidak menunjukkan kehamilannya.

Ben Jones dari Leeds, Inggris, juga ada di rombongan tersebut dan mengatakan ia dan istrinya telah merencanakan kunjungan ke tugu peringatan tersebut sejak beberapa waktu yang lalu dan sedikit terkejut bertemu dengan pasangan kerajaan itu di sana.

"Kebetulan kita ada di sini," ujarnya. "Saya tidak pernah bertemu mereka sebelumnya, jadi kami memilih untuk menunggu mereka."

Warga New York Susan Daglian mengatakan ia selalu ketinggalan kunjungan kerajaan ke kota tersebut dan bersumpah tidak mau ketinggalan kunjungan kali ini, apapun cuacanya.

"Tidak sia-sia walaupun hanya melihat sekilas," katanya. "Menurut saya mereka luar biasa."

Pertandingan bola basket

Pada hari Senin (8/12), William dan Kate menghadiri pertandingan bola basket professional antara Brooklyn Nets dan Cleveland Cavaliers. Mereka juga bertemu dengan salah satu pemain bola basket Amerika yang paling terkenal, bintang Cavaliers, Lebron James, yang dikenal dengan "King James."

NBA mengatakan William dan Kate menghadiri pertandingan tersebut sebagai bagian dari kemitraan terbaru antara NBA dan Yayasan Kerajaan. Proyek tersebut akan menggabungkan pemain-pemain NBA dan bangsawan Inggris untuk menekankan pentingnya perlindungan satwa liar global dan meningkatkan olahraga bola basket.

Mereka juga mengobrol dengan penyanyi Amerika Beyoncé, yang digelari penggemarnya sebagai "Queen Bey," dan suaminya seorang rapper, Jay Z.

Di luar arena, para demonstran berkumpul dalam protes tentang keputusan dewan juri untuk tidak mengadili seorang polisi kota New York berkulit putih yang yang berlangsung setiap malam Outside the arena, demonstrators gathered in what have become nightly protests over a grand jury decision not to indict a white New York City police officer in the mencekik pria berkulit hitam tanpa senjata sampai mati.

Pasangan tersebut, yang menanti kelahiran anak kedua mereka pada bulan April, melakukan kunjungan pertama ke New York City.

XS
SM
MD
LG