Tautan-tautan Akses

Partisipasi Rendah di Hari Pertama Pilpres Mesir


Tidak banyak warga Mesir yang memberikan suara pada hari pertama pemilihan Presiden Mesir hari ini (16/6).

Tidak banyak warga Mesir yang memberikan suara pada hari pertama pemilihan Presiden Mesir hari ini (16/6).

Menurut koresponden Elizabeth Arrott, tidak jelas apakah rendahnya partisipasi itu mengindikasikan para pemilih kecewa dengan pilihan yang ada.

Warga Mesir telah mulai memasukkan suara dalam pemilihan presiden putaran kedua yang mengadu mantan perdana menteri era Presiden Hosni Mubarak dengan calon Ikhwanul Muslimin.

Ahmed Shafiq, mantan perdana menteri, bersaing dengan Mohamed Morsi untuk menjadi presiden pertama sejak protes besar anti-pemerintah memaksa Mubarak mengundurkan diri tahun lalu.

Koresponden VOA di Tengah Timur mengunjungi tempat pemungutan suara hari Sabtu di ibukota dan mengatakan jumlah pemilih jauh lebih sedikit dibanding pemungutan suara putaran pertama bulan lalu. Shafiq dan Morsi adalah dua calon teratas, melawan sejumlah calon presiden lainnya.

Menurut koresponden Elizabeth Arrott, tidak jelas apakah rendahnya partisipasi itu mengindikasikan para pemilih kecewa dengan pilihan yang ada.

Pemungutan suara dilakukan sesuai jadwal walaupun terjadi gejolak politik yang sengit selama seminggu ini di Mesir menyusul putusan Mahkamah Konstitusi yang membatalkan upaya hukum untuk mencoret Shafiq dari surat suara karena dia pernah memegang jabatan tinggi dalam pemerintahan Mubarak.

Para hakim peninggalan era Mubarak sendiri juga menyatakan adanya masalah hukum dalam putaran terakhir pemilihan anggota parlemen dan membubarkan parlemen saat ini yang dikuasai Islamis. Hal itu mengembalikan kekuasaan kepada pemerintahan sementara militer yang sebelumnya mengambil alih dari Mubarak.
XS
SM
MD
LG