Tautan-tautan Akses

Kalangan Konservatif Yunani Harus Bentuk Pemerintah Koalisi


Pemimpin kubu konservatif Yunani, Antonis Samaras harus membentuk pemerintah koalisi (foto: dok).

Pemimpin kubu konservatif Yunani, Antonis Samaras harus membentuk pemerintah koalisi (foto: dok).

Antonis Samaras, pemimpin partai Demokrasi Baru yang banyak mendapat suara itu, punya waktu tiga hari untuk membentuk pemerintahan koalisi.

Kepala partai konservatif Yunani, Antonis Samaras, telah mulai pembicaraan untuk segera membentuk pemerintahan koalisi, sementara para pemimpin Eropa mendesak Athena untuk terus menghormati persyaratan dana talangan.

Para pemilih di Yunani hari Minggu gagal memberikan mayoritas mutlak untuk pihak manapun. Tapi mereka tampaknya mendukung partai-partai yang menentang persyaratan penghematan yang dikenakan kepada Athena untuk imbalan dua dana talangan dengan nilai lebih dari 300 miliar dolar.

Pada hari Senin, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan sangat penting bahwa Yunani tetap pada jalur reformasi, meski ia mengakui bahwa hal itu sulit.

Juru bicara Komisi Eropa mengatakan Brussels berharap dan menduga pemerintah Yunani pada masa depan akan menghormati keterlibatan yang telah disetujui Yunani.

Dua partai utama, partai Demokrasi Baru yang konservatif dan partai sayap kiri PASOK, tidak berhasil meraih mayoritas mutlak di parlemen yang memiliki 300 kursi itu.

Samaras, pemimpin partai Demokrasi Baru yang banyak mendapat suara itu, punya waktu tiga hari untuk membentuk pemerintahan. Jika ia gagal, tugas tersebut diserahkan kepada partai-partai yang lebih kecil.

Samaras mengatakan dia mendukung komitmen dana talangan negara itu tetapi akan menekan Uni Eropa, Dana Moneter Internasional dan Bank Sentral Eropa untuk melonggarkan persyaratan yang disebutnya kejam. Kesepakatan dana talangan, yang dicapai pada bulan Februari itu, bertujuan untuk melapangkan jalan bagi Yunani untuk kembali ke pasar keuangan pada tahun 2015.
XS
SM
MD
LG