Tautan-tautan Akses

Partai Berkuasa Menang Pemilu Parlemen Aljazair


Petugas pemilu Aljazair melakukan perhitungan kartu suara di salah satu TPS di ibukota Algiers (10/5).

Petugas pemilu Aljazair melakukan perhitungan kartu suara di salah satu TPS di ibukota Algiers (10/5).

Front Pembebasan Nasional, partai berkuasa di Aljazair, memenangi 220 dari 462 kursi dalam pemilihan anggota DPR hari Kamis.

Koalisi Islamis moderat mengalami kemunduran hari Jumat ketika partai yang telah berkuasa di Aljazair selama 50 tahun muncul sebagai peraih suara terbanyak dalam hasil Pemilu awal.

Front Pembebasan Nasional, partai berkuasa di Aljazair, memenangi 220 dari 462 kursi dalam pemilihan anggota DPR hari Kamis, naik dari 136 kursi yang selama ini dikuasai. Hasil pemilihan itu diumumkan hari Jumat oleh Menteri Dalam Negeri Daho Ould Kablia dalam jumpa pers.

Aliansi Islamis moderat meraih 66 kursi dan menyatakan "kecurangan yang meluas." Tetapi ketua tim pemantau Pemilu Uni Eropa mengatakan hanya ada sedikit penyimpangan.

Kira-kira separuh dari ke-44 partai politik yang bersaing dilegalisasi tahun ini. Kemenangan Islamis yang lebih besar, dalam Pemilu pertama di Aljazair sejak terjadi pergolakan di negara-negara Arab atau Arab Spring itu, akan menyerupai hasil Pemilu di Maroko, Tunisia dan Mesir. Aktivis oposisi, dengan alasan tidak percaya pada reformasi yang dijanjikan pemerintah, menganjurkan agar pemilih tidak pergi ke TPS. Kementerian Dalam-Negeri mengatakan partisipasi rakyat memberi suara adalah 44 persen, sedangkan dalam Pemilu tahun 2007 partisipasi mencapai rekor terendah 37 persen.

Presiden Abdelaziz Bouteflika sebelumnya mengumumkan serangkaian reformasi undang-undang dasar setelah aksi protes pro-demokrasi pecah tahun lalu. Pemerintahnya, untuk pertama kali, juga menerima kehadiran pemantau Pemilu internasional sebagai bagian dari usaha meningkatkan transparansi.

Parlemen baru itu akan memberi suara mengenai rancangan perubahan undang-undang dasar dan menyiapkan pemilihan presiden tahun 2014.
XS
SM
MD
LG