Tautan-tautan Akses

Partai Sayap Kanan Perancis Kalah dalam Pilkada


Marine Le Pen, pemimpin partai politik Perancis Front National (FN) dan kandidat Front Nasional di kawasan Nord-Pas-de-Calais-Picardie. (Foto: dok.)

Marine Le Pen, pemimpin partai politik Perancis Front National (FN) dan kandidat Front Nasional di kawasan Nord-Pas-de-Calais-Picardie. (Foto: dok.)

Partai sayap kanan Perancis, Front Nasional, tidak berhasil menambah kekuatan dalam Pilkada meskipun unggul dalam Pemilu putaran pertama. Lawan-lawan Front Nasional membantu mencegah sayap kanan itu mendapat kekuasaan.

Pendukung Front Nasional terang-terangan mengungkap perasaan mereka dengan masuknya hasil Pemilu dari seluruh Perancis. Meski unggul di enam dari 13 daerah dalam putaran pertama, partai itu tidak bisa mendapat kemenangan dimanapun dari ke-13 daerah dalam pemilihan putaran terakhir hari Minggu.

Tetapi, analis Marta Lorimer dari London School of Economics mengatakan hasil itu tetap signifikan.

"Pada saat sama, mereka meraih jumlah pemilih tertinggi dalam sejarah mereka. Ini adalah partai dengan sejarah 40 tahun dan berhasil mendapat hampir tujuh juta suara," katanya.

Ketua Front Nasional Marine Le Pen membuat pernyataan yang menantang. Ia mengatakan, ada pihak-pihak yang hendak melebur Perancis dan rakyatnya ke dalam kuali pembauran yang sangat besar. Ia melanjutkan dengan mengatakan, "Kami, patriot, berharap negara ini adalah tempat yang paling memberi perlindungan bagi orang Perancis."

Perancis secara resmi masih dalam keadaan darurat hampir sebulan setelah serangan teror yang diilhami ISIS di Paris menewaskan 130 orang. Tetapi, menurut Lorimer, ketakutan akan teroris Muslim tidak mendorong kenaikan pendukung Front Nasional.

"Mereka banyak mendapat suara di daerah-daerah yang secara historis memilih partai Komunis dan sayap kiri. Banyak orang yang tidak mendapat manfaat dari globalisasi, yang mungkin bukan patriot, tetap berpendapat segalanya akan lebih baik kalau Perancis tetap Perancis. Bukan menjadi bagian Eropa atau dunia," kata Lorimer.

Kepada pendukungnya, Marine Le Pen berjanji, partainya akan kembali lebih kuat tahun 2017 ketika ia berharap akan mencalonkan diri menjadi presiden.[ka/ii]

XS
SM
MD
LG