Tautan-tautan Akses

AS

Partai Republik Tolak Bahas RUU Imigrasi di DPR AS


Ketua DPR AS dari Partai Republik John Boehner mengecam langkah partai Demokrat di Senat AS soal RUU Imigrasi (foto: dok).

Kelompok Partai Republik dalam Senat AS pekan lalu menghalangi pemungutan suara mengenai RUU untuk menangani krisis imigrasi.

Partai Demokrat yang berkuasa dalam majelis Senat Amerika kekurangan 10 suara untuk mengesampingkan keberatan partai Republik atas RUU imigrasi itu dan mengadakan pemungutan suara final pekan lalu.

Namun, Ketua DPR dari Partai Republik John Boehner mengecam langkah partai Demokrat tersebut. Ia mengatakan, "Ketimbang mengatasi krisis yang ada, Partai Demokrat di Senat melakukan taktik untuk memaksakan RUU Imigrasi Senat meskipun mereka tahu itu tidak akan terjadi. Dan saya katakan sekali lagi, DPR tidak akan membahas RUU reformasi Imigrasi versi Senat atau menerimanya kembali dari Senat dalam bentuk apapun termasuk RUU perbatasan ini."

Di DPR, hari Kamis (7/8) para pemimpin partai Republik mendadak membatalkan pemungutan suara RUU imigrasi dari agenda DPR ketika jelas-jelas tidak ada cukup suara dari pihak konservatif untuk mensahkannya di DPR yang dikuasai Partai Republik itu.

Ketua minoritas Partai Demokrat di DPR, Nancy Pelosi mengomentari pembatalan pemungutan suara RUU itu di DPR.

"Pihak Republik menambahkan RUU lainnya bersama tambahan yang sudah mereka serahkan. Tambahan itu tidak membahas bantuan kemanusiaan, proses hukum, dan bantuan untuk memulangkan kembali anak-anak ini ke negara asal mereka dengan aman. RUU tambahan itu hanya membahas lebih banyak mengenai perbatasan tanpa membantu menyelesaikan tantangan kemanusiaan yang kita hadapi saat ini," kata Pelosi.

Pemungutan suara tentang RUU versi DPR yang diharapkan Partai Republik dilakukan Jumat lalu sebelum reses selama lima minggu diharapkan akan meningkatkan keamanan di sepanjang perbatasan Amerika dengan Meksiko di mana puluhan ribu anak-anak dari Amerika Tengah secara ilegal masuk ke Amerika untuk melarikan diri dari kekerasan dan kemiskinan di negara mereka.

Presiden Barack Obama meminta anggaran hampir 4 miliar dolar dari Kongres untuk menambah lebih banyak lagi tempat-tempat penampungan sementara dan hakim-hakim imigrasi.

(Michael Brown/VOA).

XS
SM
MD
LG