Tautan-tautan Akses

AS

Partai Republik Prihatin soal Pelonggaran Sanksi Iran


Ketua DPR AS Paul Ryan menentang rencana pelonggaran sanksi keuangan terhadap Iran oleh pemerintahan Obama (foto: dok).

Ketua DPR AS Paul Ryan menentang rencana pelonggaran sanksi keuangan terhadap Iran oleh pemerintahan Obama (foto: dok).

Ketua DPR AS, Paul Ryan prihatin dengan rencana pelonggaran sanksi terhadap Iran, karena Teheran terus melanggar perjanjian nuklir dengan melakukan uji coba misil.

Para legislator Partai Republik Amerika menyatakan keprihatinan mengenai laporan bahwa pemerintahan Obama sedang mempertimbangkan pelonggaran sanksi keuangan terhadap Iran.

Menurut para pejabat Amerika, isu tersebut sedang dibahas di Departemen Keuangan, tetapi belum ada keputusan yang diambil.

Ketua Fraksi Republik DPR Paul Ryan mengatakan laporan itu memprihatinkan karena Iran terus melanggar perjanjian nuklir dengan melakukan uji coba misil. Presiden Obama harus membatalkan gagasan ini, tegas Ryan dalam sebuah pernyataan.

Beberapa legislator Partai Demokrat juga menyatakan keprihatinan menyangkut hal itu. Seorang tokoh Fraksi Demokrat, Steny Hoyer, mengatakan ia tidak mendukung pelonggaran sanksi apapun tanpa adanya konsesi dari Iran.

Beberapa waktu yang lalu kantor berita Associated Press melaporkan bahwa Departemen Keuangan Amerika telah menyiapkan sebuah lisensi umum yang mengizinkan bank-bank luar negeri menggunakan mata uang dolar Amerika untuk memfasilitasi bisnis dengan Iran.

Para pejabat mengatakan, langkah itu akan memungkinkan dolar digunakan selama tidak ada bank Iran yang terlibat dan selama transaksi tidak diawali dan diakhir dengan dolar Amerika.

Iran telah menyatakan kegusaran karena perusahaan-perusahaan asing yang sekarang diperbolehkan melakukan bisnis dengan Iran mendapati bahwa mereka tidak dapat melakukannya tanpa melibatkan sistem keuangan Amerika. [my/ds]

XS
SM
MD
LG