Tautan-tautan Akses

Partai Republik Berharap Jumlah Pemilih di Iowa akan Pecahkan Rekor

  • Kan Farabaugh

Para pemilih di Des Moines, Iowa. Meski cuaca sangat dingin di Iowa, partai Republik berharap jumlah pemilih akan memecahkan rekor.

Para pemilih di Des Moines, Iowa. Meski cuaca sangat dingin di Iowa, partai Republik berharap jumlah pemilih akan memecahkan rekor.

Pihak Partai republik mengatakan mereka memperkirakan jumlah pemilih akan mencapai rekor dalam kaukus pertama di Iowa.

Selagi para kandidat calon presiden melakukan upaya menit-menit terakhir untuk merayu para pemilih yang masih belum membuat keputusan siapa pilihan mereka, pihak panitia membuat persiapan akhir bagi pemungutan suara di Iowa. Pihak Partai republik mengatakan mereka mengira jumlah pemilih akan mencapai rekor selagi Iowa menjadi negara-bagaian pertama untuk menyeleksi calon favorit bagi pemilihan presiden bulan November 2012.

Jim Ameson seorang relawan kaukus sibuk menelepon dalam upaya menit-menit terakhir untuk mendatangkan relawan lebih banyak lagi ke keberbagai lokasi di kota. Dia bekerja keras supaya orang termotivasi ikut mengurus para pemilih yang diharapkan Partai Republik jumlahnya akan memecahkan rekor di seluruh pelosok negara-bagian itu.

"Banyak sekali orang yang mengatakan mereka akan datang untuk memberi suara mereka. Saya tak tahu berapa banyak jumlahnya nanti," ujar Jim Ameson.

Darrel Kearney, manajer keuangan Partai Republik di Polk County mengatakan jumlah pemilih bergantung pada cuaca. Ia mengatakan, "Selama setahun ini saya sudah memprediksi jika cuaca baik jumlahnya bisa setinggi 140 (ribu)."

Maksudnya 140 ribu, yang menurut Darrek Kearney akan berarti 15.000 pemilih lebih banyak dibandingkan dengan kaukus sebelumnya. Tetapi, dengan meningkatnya jumlah pemilih ketidak-pastian pun meningkat.

Darrel Kearney menambahkan, "Empat tahun lalu jumlahnya 31 persen. Tahun ini 41 persen, jumlah ini sangat besar. Ini berarti orang akan datang ke lokasi kaukus-kaukus ini, dan mereka tidak akan memutuskan siapa yang akan mereka pilih sebelum mereka sampai di tempat."

Salah seorang pemilih yang belum lagi bisa memastikan siapa yang akan dipilihnya adalah Robert Goebel. Ia mengatakan, "Ini merupakan kaukus kami yang pertama. Kami pindah kemari kurang empat tahun lalu dan kami sejak lama menunggu-nunggu saat ini."

Goebel mengatakan sewaktu masih di Kalifornia ia tidak pernah bisa berada di dekat para calon seperti Ron Paul.

"Dan semasa kampanye politik para calon itu boleh dikatakan tak mungkin bisa kita dekati mereka. Isteri saya dan saya merasa suasana seperti ini menyegarkan dan sangat mempesonakan, kita bisa benar-benar bertemu langsung dengan para calon," tambah Goebel.

Tetapi bertemu langsung dengan para kandidat itu juga belum membuatnya bisa menentukan pilihan siapa yang akan didukungnya hari ini.

Sama halnya dengan Debbie Chambers, seorang pemilik pusat penitipan anak. Ia ingin memahami bagaimana sikap anggota Kongres AS Ron Paul mengenai isu terbesar bagi dia – yaitu asuransi kesehatan.

"Bagaimana nanti wujudnya dan apa dampaknya bagi orang Amerika yang tidak mempunyai asuransi kesehatan?" tanya Debbie Chambers.

Semua kandidat menghadapi pertanyaan serupa dalam kampanye mereka selagi upaya mereka berakhir di Iowa.

Darrel Kearney sudah pernah bertemu dengan setiap calon presiden dari Partai Republik sejak tahun 1976. Ia beranggapan, penyeleksian dari Partai Republik tahun ini untuk mendapat nominasi tersebut merupakan salah satu yang paling seru.

"Saya belum pernah melihat penyeleksian seseru ini. Ini sangat-sangat langka. Jadi untuk sekarang ini saya kira saya tidak bisa memprediksi siapa yang akan menang," kata Darrel Kearney.

Ia juga tidak bisa memprediksi cuaca, dan sejauh mana para pemilih bersedia datang ke kaukus itu dalam cuaca di Iowa yang sangat dingin.

XS
SM
MD
LG