Tautan-tautan Akses

Partai Republik Beda Pendapat soal Dukungan terhadap Trump

  • Jim Malone

Calon Presiden partai Republik, Donald Trump berbicara dalam kampanye di Wilkes-Barre, Pennsylvania, Senin (10/10).

Calon Presiden partai Republik, Donald Trump berbicara dalam kampanye di Wilkes-Barre, Pennsylvania, Senin (10/10).

Sehari setelah debat sengit calon presiden Minggu (9/10) malam, Partai Republik tetap berbeda pendapat mengenai apakah akan mendukung calon Presiden Donald Trump.

Calon Presiden partai Republik Donald Trump dengan agresif menyerang calon partai Demokrat Hillary Clinton dan mendapat pujian dari pendukung intinya.

Setelah perdebatan, Trump berkampanye di Pennsylvania dan mengatakan kepada para pendukungnya bahwa pemilu yang akan datang adalah kesempatan terakhir mereka untuk menyelamatkan negara.

"Ini seperti Brexit. Kita ingin kembali merdeka. Ingin perbatasan kita kuat. Kita tidak ingin orang yang datang dari Suriah yang kita tidak tahu siapa mereka," ujar Trump.

Trump terus dikecam setelah dirilisnya rekaman video 11 tahun lalu, di mana ia membuat komentar cabul tentang meraba perempuan. Trump membela diri atas rekaman video itu tatkala dicecar oleh moderator debat Anderson Cooper.

Cooper bertanya, "Anda membanggakan diri dengan mengatakan telah melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan. Apakah anda memahami hal itu?"

"Tidak, saya tidak mengatakan itu sama sekali. Saya rasa Anda tidak memahami apa yang dikatakan. Ini adalah ucapan di ruang ganti pakaian. Saya tidak bangga mengenai hal itu. Saya meminta maaf kepada keluarga saya. Saya meminta maaf kepada rakyat Amerika. Tentu saja saya tidak bangga tentang hal itu," jawab Trump.

Clinton berkampanye di Michigan Senin (10/10) mana dia terus berfokus pada permintaan maaf Trump dalam perdebatan itu.

"Dia hanya mengulangi alasannya bahwa itu hanya ucapan di ruang ganti pakaian. Saya memberitahu Anda. Perempuan dan laki-laki di seluruh Amerika tahu itu alasan yang lemah, perberbuatan buruk dan memperlakukan orang tidak senonoh,” ejek Clinton.

Trump terus membuat Partai Republik berpecah pendapat. Ketua DPR Paul Ryan mengatakan kepada sesama anggota Partai Republik di DPR hari Senin lewat telepon bahwa ia tidak lagi akan membela Trump dalam kampanye. Bahkan sebelum debat hari Minggu, Ryan mengatakan fokusnya perhatiannya adalah memastikan Partai Republik tetap mendominasi Kongres.

"Serangan agresif Trump terhadap Clinton dalam debat tadi mungkin telah membantu dirinya dengan pendukung inti, tapi ia sangat perlu memperluas basisnya," kata analis John Fortier.

Jajak pendapat baru Wall Street Journal-NBC News setelah dirilisnya video Trump sekarang menunjukkan dia tertinggal di belakang Clinton 11 point secara nasional. [sp]

XS
SM
MD
LG