Tautan-tautan Akses

Partai-partai Pro-Pemerintah Dominasi Pemilu Belarus


Para pejabat pemilu Belarus menghitung surat suara yang masuk di salah satu TPS di Minsk, Belarus (23/9).

Para pejabat pemilu Belarus menghitung surat suara yang masuk di salah satu TPS di Minsk, Belarus (23/9).

Para pejabat pemilihan di Belarus melaporkan jumlah pemilih yang memberikan suara dalam pemilihan parlemen hari Minggu cukup tinggi meskipun tanpa didukung partai-partai oposisi utama di negara itu.

Para pejabat mengatakan jumlah pemilih yang memberikan suara melampaui 74 persen – angka yang menurut pihak oposisi dan pemantau independen diperbesar oleh proses pemberian suara awal yang barangkali telah menjadi sumber kecurangan pemilihan.

Matteo Mecacci, ketua tim pemantau dari Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa, mengatakan jumlah pemilih yang memberikan suara awal cukup tinggi. Dia mengatakan sistem tersebut "ganjil".

Partai-partai yang mendukung Presiden Belarus Alexander Lukashenko telah mendominasi pemilihan parlemen yang diboikot oleh partai-partai oposisi utama di negara itu.

Para pejabat pemilihan mengumumkan 109 calon yang menang hari Senin – tidak satupun dari mereka anggota oposisi.

Partai-partai oposisi utama menolak untuk ambil bagian dalam pemilihan tersebut untuk memprotes apa yang mereka sebut kecurangan dalam pemilihan, serta penahanan para tahanan politik.

Partai-partai oposisi telah mendesak orang agar memboikot pemilihan tersebut. Presiden Alexander Lukashenko, yang telah berkuasa di negara itu selama 18 tahun, menanggapi dengan menyebut kelompok oposisi “pengecut” yang tidak punya rencana apapun yang akan mereka sampaikan kepada rakyat.

Pemerintah menindak keras demonstrasi pro-demokrasi di Minsk setelah pemilu presiden tahun 2010, dimana Lukashenko menang besar. Sejumlah calon oposisi ditahan.
XS
SM
MD
LG