Tautan-tautan Akses

Partai Konservatif Diperkirakan Kembali Kuasai Parlemen Bulgaria


Pemimpin tengah-kanan Partai GERB Boiko Borisov (kiri) dan pemimpin Partai Sosialis Bulgaria Sergei Stanishev saat memasukkan surat suara mereka di sebuah TPS di Sofia. (12/5)

Pemimpin tengah-kanan Partai GERB Boiko Borisov (kiri) dan pemimpin Partai Sosialis Bulgaria Sergei Stanishev saat memasukkan surat suara mereka di sebuah TPS di Sofia. (12/5)

Setelah sebagian besar surat suara dalam pemilu legislatif Bulgaria dihitung, partai konservatif GERB telihat unggul dalam perolehan suara, Minggu (12/5).

Hanya tiga bulan setelah pemimpin partai konservatif GERB dan mantan perdana menteri Boykov Borisov meletakkan jabatan untuk menanggapi protes-protes anti pemerintah, partai tersebut memimpin perolehan suara dalam hasil penghitungan suara awal pemilu yang dilaksanakan Minggu (12/5) kemarin.

Meskipun demikian, perolehan partai itu jauh dari mayoritas mutlak, sehingga diperkirakan masih perlu upaya keras untuk membentuk pemerintahan baru untuk memimpin Bulgaria.

Dengan hampir 75 persen suara selesai dihitung, GERB meraih 31 persen suara, disusul Sosialis 27 persen. Berikutnya adalah partai etnis Turki MRF dengan perolehan sembilan persen suara, dan partai nasionalis Ataka hampir delapan persen, cukup banyak untuk mendudukkan wakilnya di parlemen.

Borisov mengundurkan diri tiga bulan silam untuk menanggapi protes-protes anti pemerintah, di saat negara itu dilanda tingkat pengangguran yang tinggi, perekonomian yang buruk serta tuduhan korupsi di kalangan pejabat pemerintahan. Setelah enam tahun menjadi anggota Uni Eropa, Bulgaria masih menjadi anggota termiskin dalam blok perdagangan itu.

Pemilu Bulgaria diselenggarakan oleh pemerintah sementara. Hasil resmi pelaksanaan pemilu tersebut diperkirakan akan diumumkan Senin malam. Jika GERB tidak mampu membentuk pemerintah koalisi, Sosialis akan diberi kesempatan untuk membentuknya. Kebuntuan mengenai hal ini dapat memicu pelaksanaan pemilu lainnya.
XS
SM
MD
LG