Tautan-tautan Akses

Partai Anti-Imigran, Anti-Islam Bersaing dalam Pemilu Parlemen Belanda


PM Belanda Mark Rutte (kiri) dan pemimpin partai PVV Geert Wilders (kanan) menunggu giliran mereka dalam debat terakhir di hadapan parlemen, di Den Haag, Belanda, 14 Maret 2017.

PM Belanda Mark Rutte (kiri) dan pemimpin partai PVV Geert Wilders (kanan) menunggu giliran mereka dalam debat terakhir di hadapan parlemen, di Den Haag, Belanda, 14 Maret 2017.

Rakyat Belanda memberikan suara mereka, Rabu (15/3), dalam pemilu parlemen yang berfokus pada perseteruan antara partai yang dipimpin PM Mark Rutte dan partai yang dipimpin legislator anti-imigran dan anti-Islam Geert Wilders.

Jajak-jajak pendapat menjelang pemungutan suara menunjukkan Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi (VVD) pimpinan Rutte unggul tipis atas Partai Kebebasan Belanda (PVV) pimpinan Wilders.

Sejumlah partai memiliki wakil di parlemen Belanda, sehingga siapapun yang meraih kursi terbanyak perlu menjalin koalisi untuk membentuk pemerintahan mendatang. Perundingan-perundingan itu akan memakan waktu berbulan-bulan, dan semua partai besar mengindikasikan bahwa mereka tidak akan berkoalisi dengan Wilders.

Wilders telah berkampanye dengan janji-janji akan melarang imigran Muslim, melarang penjualan Quran dan keinginan untuk menarik mundur Belanda dari Uni Eropa.

Pemilu Belanda ini akan diikuti dua pemilu penting lain di Eropa yang menampilkan dua tokoh terkemuka berhaluan kanan. Perancis akan memilih presiden baru April mendatang, sementara Jerman akan melangsungkan pemilu September. [ab/as]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG