Tautan-tautan Akses

Partai Buruh Kalah Telak di Kota Terbesar Brazil


Suasana di depan sebuah TPS dalam pemilihan kepala daerah di Sao Paulo, Brazil, 2 Oktober 2016. Brazil menggelar pilkada untuk pertama kalinya sejak pemakzulan Dilma Rousseff (AP Photo/Nelson Antoine).

Suasana di depan sebuah TPS dalam pemilihan kepala daerah di Sao Paulo, Brazil, 2 Oktober 2016. Brazil menggelar pilkada untuk pertama kalinya sejak pemakzulan Dilma Rousseff (AP Photo/Nelson Antoine).

Partai Buruh Brazil (PT) kalah telak, Minggu (3/10), dalam pemilihan kepala daerah pertama (pilkada) yang digelar di Brazil sejak pemakzulan Dilma Rousseff.

Rakyat Brazil di 5.568 kota memilih walikota dan anggota dewan kota. Partai Buruh Rousseff menderita kekalahan telak di kota terbesar di negara itu, Sao Paulo.

Laporan-laporan setempat mengatakan rakyat Brazil menginginkan perubahan sewaktu mereka terus berjuang menghadapi krisis terburuk negara itu dan setelah terungkapnya skandal Petrobras, perusahaan minyak milik negara yang menjadi pusat skandal politik.

Menurut para pakar, PT juga tidak memiliki calon presiden yang bisa menggantikan Rousseff. Senat Brazil memutuskan untuk menghentikan Rousseff dari jabatan kepresidenan karena tindakannya menggunakan dana publik untuk mengoperasikan program-program sosial negara bagian dan federal tanpa persetujuan Kongres.

Di Sao Paulo, kota yang biasanya mengangkat politisi ke panggung nasional, kandidat Partai Buruh yang berkuasa Fernando Haddad hanya menerima 16 persen suara dalam usahanya untuk kembali berkuasa. Joao Doria dari Partai Sosial Demokrat Brazil (PSDB), seorang pengusaha yang menjadi lawan Haddad dan tadinya diragukan akan menang, berhasil meraih 53 persen suara.

Dalam sebuah wawancara demam Globonews, Doria mengatakan, ia akan bekerja keras untuk Sao Paulo sementara berusaha untuk tetap jujur dan menjaga moralnya. [ab/lt]

XS
SM
MD
LG