Tautan-tautan Akses

Parlemen Yunani Akan Lakukan Pemungutan Suara Soal RUU Penghematan


Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos setibanya di Pertemuan Parlemen di Atena, Yunani (10/2).

Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos setibanya di Pertemuan Parlemen di Atena, Yunani (10/2).

Parlemen Yunani hari Minggu akan melakukan pemungutan suara terhadap upaya penghematan yang dituntut oleh Uni Eropa dengan imbalan pinjaman talangan baru.

Kabinet Yunani menyetujui Rancangan Undang-undang penghematan itu Jumat malam. Jika disahkan, itu akan memberi wewenang kepada Perdana Menteri Lucas Papademos untuk menyetujui pemotongan tambahan yang diperlukan untuk mendapatkan pinjaman dana talangan sebesar 172-miliar dolar dan menghindari kebangkrutan.

Para pemimpin Yunani mengeluarkan permohonan baru dan peringatan menjelang pemungutan suara krusial hari Minggu.

Dalam pidato yang disiarkan televisi hari Sabtu, Perdana Menteri Lucas Papademos membela pemotongan ribuan pekerjaan, penurunan upah minimum dan langkah-langkah penghematan lain yang akan membuat negara itu menerima dana talangan lagi.

Pemimpin Partai Sosialis George Papandreau dan pemimpin Partai Demokrasi Baru Antonis Samaras memiliki pandangan yang sama dengan perdana menteri itu dan mendesak para anggota parlemen untuk mendukung putaran terakhir pemotongan anggaran karena tidak ada pilihan lain.

Papandreau memperingatkan kegagalan apapun untuk menghambat langkah-langkah penghematan itu akan memicu bencana bagi Yunani.

“Kita bicara tentang kekacauan. Kita bicara tentang konsekuensi paling berbahaya dan menyakitkan bagi negara ini, dan khususnya bagi mereka yang tidak memiliki uang. Bagi pengangguran. Bagi kelompok kelas bawah dan menengah,” kata George Papandreau.

Sementara Antonis Samaras memperingatkan anggota-anggota partainya bahwa politik bergaya kampanye tidak akan ditolerir.

“Saya sangat tahu apa yang terjadi, bahwa ada sejumlah politisi ambisius yang mencoba berlagak secara retoris dengan menentang dana talangan. Siapapun yang melakukan ini seharusnya tahu bahwa tindakan seakan-akan mereka lebih Katholik dari Paus adalah tindakan tidak bertanggungjawab. Mereka bahkan tidak akan berhasil menjadi kandidat dalam pemilu berikutnya,” ungkap Antonis Samaras.

Yunani harus membayar kembali utang 19 miliar dolar bulan depan. Papademos mengatakan kepada Kabinet hari Jumat bahwa Yunani akan terjerumus ke dalam malapetaka jika tidak mampu membayar kembali para kreditornya.

Meskipun ada peringatan-peringatan itu, ribuan warga Yunani telah turun ke jalan, dan beberapa kali bentrok dengan polisi, untuk memprotes pemotongan anggaran itu. Ribuan orang berkumpul di luar gedung parlemen hari Sabtu, mendesak anggota parlemen untuk menolak tuntutan Uni Eropa itu.

XS
SM
MD
LG