Tautan-tautan Akses

Parlemen Ukraina Tolak Langkah Mosi Tidak Percaya


PM Ukraina Mykola Azarov minta maaf karena polisi telah menggunakan kekerasan melawan demonstran di Kiev (foto: dok).

PM Ukraina Mykola Azarov minta maaf karena polisi telah menggunakan kekerasan melawan demonstran di Kiev (foto: dok).

Parlemen Ukraina hari Selasa (3/12) menolak tuntutan oposisi untuk melangsungkan pemungutan suara mosi tidak percaya terhadap pemerintah PM Mykola Azarov.

Parlemen Ukraina telah menolak tuntutan oposisi untuk melangsungkan pemungutan suara mosi tidak percaya terhadap pemerintah PM Mykola Azarov, setelah protes beberapa hari terkait penolakan Ukraina untuk menandatangani pakta perdagangan bebas dengan Uni Eropa.

Kebijakan itu mendapat dukungan dari 186 legislator yang umumnya beroposisi, kurang 40 dari suara yang dibutuhkan untuk mendapat persetujuan.

Berbicara di parlemen pada hari Selasa (3/12), Azarov minta maaf karena polisi telah menggunakan kekuatan melawan demonstran tapi mengutuk pada pengunjuk rasa yang menutup akses ke gedung-gedung pemerintah.

Keputusan hari Selasa itu dikeluarkan sementara ribuan demonstran terus berkumpul di luar gedung parlemen negara itu di Kiev, menyerukan pengunduran diri Azarov dan Presiden Viktor Yanukovych.

Presiden Yanukovych, yang menolak menandatangani pakta perdagangan bebas itu, telah meninggalkan Ukraina untuk kunjungan kenegaraan ke China.

Pada hari Senin, ratusan demonstran menghambat pintu masuk ke gedung Kabinet dan bank sentral di Kiev. Sehari sebelumnya lebih dari 100 ribu demonstran berpawai melalui ibukota, dengan sekitar 200 orang cedera setelah sebagian demonstran berusaha menyerbu sebuah gedung pemerintah. Polisi menanggapi dengan gas air mata dan granat kejut.
XS
SM
MD
LG