Tautan-tautan Akses

Parlemen Tibet Pertimbangkan Pengunduran Diri Dalai Lama

  • Anjana Pasricha
  • Victor Pattianakotta

Para anggota parlemen Tibet membaca pesan tertulis dari Dalai Lama dalam sesi parlemen di Dharmsala, Senin (14/3).

Para anggota parlemen Tibet membaca pesan tertulis dari Dalai Lama dalam sesi parlemen di Dharmsala, Senin (14/3).

Parlemen Tibet di pengasingan, yang berpusat di India Utara, memulai sesi penting untuk membahas permintaan Dalai Lama mengundurkan diri sebagai pemimpin politik gerakan Tibet di pengasingan.

Pada awal sesi parlemen di pengasingan di Dharamsala, India Utara, ketua membacakan permintaan resmi Dalai Lama untuk melepaskan perannya sebagai pemimpin politik.

Dalam sebuah pesan yang ditulis panjang lebar, pemimpin Tibet berusia 75 tahun ini mengatakan, "Jika kita harus tetap di pengasingan selama puluhan tahun mendatang, akan tiba saatnya saya tidak mampu lagi memimpin."

Dalai Lama juga menekankan pentingnya pembentukan pemerintahan Tibet yang mandiri. Pemimpin ini, yang menginginkan otonomi untuk Tibet di bawah pemerintah Tiongkok, mempelopori munculnya pemerintahan Tibet di pengasingan, setelah ia melarikan diri dari tanah airnya lebih dari setengah abad yang lalu.

Juru bicara pemerintah Tibet di pengasingan, Thubten Samphel, menandaskan anggota parlemen akan membuat keputusan akhir atas permintaan Dalai Lama, setelah perdebatan.

"Ketua parlemen Tibet memberi waktu bagi setiap anggota parlemen agar benar-benar membaca pernyataan tertulis Yang Mulia, untuk memikirkan pesannya. Setelah ini, ketika parlemen bertemu besok hari Selasa, saya pikir mereka akan mengadakan pembicaraan yang menyeluruh berdasarkan permintaan Yang Mulia," ujar Samphel.

Dalai Lama menyatakan pengunduran dirinya beberapa hari lalu.

Dalai Lama menyatakan pengunduran dirinya beberapa hari lalu.

Setelah Dalai Lama mengumumkan keputusannya untuk melepaskan peran politik pekan lalu, parlemen meminta Dalai Lama untuk mempertimbangkan kembali permintaannya.

Tapi, Dalai Lama, yang membuat pengumuman penting menjelang pemilihan perdana menteri baru untuk pemerintah di pengasingan, tampaknya bertekad untuk mengalihkan kekuasaan politik kepada generasi baru pemimpin Tibet.

Pemilihan umum ini akan mendapat pengamatan lebih ketat daripada pemilihan sebelumnya di masa lalu, karena jika permintaan Dalai Lama diterima, perdana menteri yang baru akan membuat keputusan politik berkaitan dengan Tibet.

Ketiga calon perdana menteri adalah Lobsang Sangay, pakar penelitian tamu di Fakultas Hukum Harvard; Tenzin Tethong, mantan wakil Dalai Lama di New York dan Washington, dan, Tasha Wangdi, yang telah mengepalai beberapa departemen pemerintah di pengasingan. Ketiga kandidat dalam pemilihan itu mendesak Dalai Lama untuk mempertimbangkan kembali pengunduran dirinya.

Dalai Lama, yang mengangkat kepentingan Tibet di dunia internasional, menyatakan bahwa ia akan terus bekerja untuk kepentingan Tibet.

XS
SM
MD
LG