Tautan-tautan Akses

Parlemen Moldova Gagal Setujui Pemerintah Baru


Presiden Moldova Nicolae Timofti (Foto: dok.)

Presiden Moldova Nicolae Timofti (Foto: dok.)

Parlemen Moldova gagal menyetujui pemerintah baru karena terlalu sedikit anggota parlemen yang hadir memberikan suara, memperpanjang ketidakstabilan politik di negara bekas republik Uni Soviet tersebut.

47 Anggota parlemen hadir hari Senin (4/1) untuk memilih calon yang diajukan presiden, Ion Sturza, pengusaha dan mantan perdana menteri yang bersikap pro-Eropa, tetapi jumlah suara yang dibutuhkan adalah 50.

Presiden Nicolae Timofti akan mencalonkan kandidat lain untuk perdana menteri, yang harus disetujui Parlemen paling lambat 29 Januari. Kalau itu gagal, DPR akan dibubarkan dan akan diadakan pemilu dini.

Moldova selama ini terjebak ketidakstabilan, umumnya akibat hilangnya sampai 1,5 miliar dolar dari tiga bank sebelum pemilu parlemen 2014. Negara itu memiliki lima perdana menteri selama tahun 2014.

Parlemen membubarkan pemerintah sebelumnya atas tuduhan korupsi pada akhir Oktober. [ka/al]

XS
SM
MD
LG