Tautan-tautan Akses

Parlemen Libya Baru Adakan Sidang Pertama


Seorang pejuang dari brigade Zintan menonton asap yang membumbung setelah roket diledakkan oleh salah satu militan Libya dan meledakkan tank minyak di Tripoli, 2 Agustus 2014.

Seorang pejuang dari brigade Zintan menonton asap yang membumbung setelah roket diledakkan oleh salah satu militan Libya dan meledakkan tank minyak di Tripoli, 2 Agustus 2014.

Parlemen Libya yang baru terpilih mengadakan sidang pertamanya hari Sabtu di kota Tobruk, Libya timur, sementara bentrokan terjadi antar faksi-faksi bersenjata di Benghazi dan ibukota Libya, Tripoli.

Lebih dari 150 anggota parlemen hadir dalam sidang berpengamanan ketat, yang dipimpin ketua sementara Abu Bakr Baiera. Baiera mengatakan sesi pembuka resmi parlemen tersebut ditunda hingga Senin karena situasi keamanan menghalangi sejumlah anggota untuk hadir dalam sidang hari Sabtu itu.

Sejumlah laporan menyebutkan anggota yang tidak hadir mencakup kelompok Islamis, sinyal kemungkinan perpecahan politik berkelanjutan.

Dalam aksi kekerasan terbaru, kebakaran kembali terjadi di pompa bensin dekat Bandara di Tripoli, menyebabkan asap hitam membubung ke udara, setelah roket menghantam sebuah tanki. Ini kedua kali pompa bensin diserang dalam minggu ini. Serangan roket lain menyebabkan ledakan besar di sana pada 27 Juli.

Pertempuran untuk menguasai Bandara telah berlangsung sejak 13 Juli. Sudah puluhan orang tewas.

Meningkatnya kekerasan menimbulkan kekhawatiran bahwa Libya semakin terperosok dalam perang saudara, dan memaksa beberapa negara mengevakuasi diplomat mereka dan menutup kantor-kantor kedutaan mereka.

Dutabesar Inggris untuk Libya Michael Aron dalam pesan di Twitter hari Jumat mengatakan kedutaannya menunda operasi dan untuk sementara memindahkan kantornya ke Tunisia. Amerika, PBB dan Turki sudah memindahkan staf mereka dari Libya. Negara-negara lain menyarankan warga mereka di Libya agar segera keluar dari negara itu.

Kekacauan menyelimuti Libya sejak perang saudara tahun 2011 yang mendongkel diktator Moammar Gadhafi.

XS
SM
MD
LG