Tautan-tautan Akses

Parlemen Krimea Nyatakan Kemerdekaan dari Ukraina


Ribuan warga Krimea pro Rusia merayakan hasil referendum Krimea di kota Sevastopol, hari Minggu (16/3).

Ribuan warga Krimea pro Rusia merayakan hasil referendum Krimea di kota Sevastopol, hari Minggu (16/3).

Parlemen Krimea hari Senin (17/3) telah menyatakan kemerdekaan dari Ukraina dan meminta untuk menjadi bagian dari Rusia.

Parlemen Krimea telah menyatakan kemerdekaan dari Ukraina dan meminta untuk menjadi bagian dari Rusia, sehari setelah referendum di Krimea menghasilkan dukungan sangat besar untuk bergabung dengan Federasi Rusia.

Delegasi anggota parlemen Krimea akan melakukan perjalanan ke Moskow hari Senin (17/3) untuk membahas prosedur tambahan yang dibutuhkan untuk menjadi bagian dari Federasi Rusia.

Sementara itu, parlemen Ukraina telah menyetujui mobilisasi parsial tentara cadangan untuk menanggapi krisis itu.

Amerika Serikat dan sekutunya Eropa diperkirakan Senin akan mengumumkan sanksi terhadap Rusia.

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan kepada presiden Rusia Vladimir Putin hari Minggu bahwa Washington dan "mitra-mitranya di Eropa siap untuk menerapkan ganjaran tambahan" atas Moskow karena mendukung referendum pemisahan diri di semenanjung Krimea Ukraina itu.

Pernyataan Gedung Putih menyebut referendum hari Minggu itu ilegal dan melanggar konstitusi Ukraina. Pernyataan itu juga mengatakan pemungutan suara itu "tidak akan pernah diakui oleh Amerika Serikat dan masyarakat internasional."

Kepala pemilu Krimea mengumumkan Senin bahwa hampir 97 persen dari pemilih memberikan suara yang mendukung pemisahan diri dan tindakan untuk bergabung dengan Rusia. Namun, orang-orang yang menentang langkah itu telah disarankan untuk memboikot referendum.
XS
SM
MD
LG