Tautan-tautan Akses

Parlemen Irak Cegah Perdana Menteri Loloskan Reformasi


Parlemen Irak telah memutuskan untuk membatasi kekuasaan PM Haider al-Abadi (foto: dok).

Parlemen Irak telah memutuskan untuk membatasi kekuasaan PM Haider al-Abadi (foto: dok).

Para anggota parlemen mengatakan keputusan hari Senin (2/11) itu untuk memisahkan kekuasaan antara pemerintah dan legislatif.

Parlemen Irak telah memutuskan untuk membatasi kekuasaan perdana menteri negara itu dalam meloloskan reformasi, memaksanya untuk meminta persetujuan parlemen dalam memberlakukan langkah-langkah baru.

Para anggota parlemen mengatakan keputusan hari Senin (2/11) itu tidak dimaksudkan untuk secara khusus menarget Perdana Menteri Haider al-Abadi tetapi untuk memisahkan kekuasaan pemerintah dan legislatif.

Keputusan itu disampaikan hanya beberapa bulan setelah parlemen dengan suara bulat memutuskan untuk menyetujui rencana reformasi Perdana Menteri al-Abadi untuk mengurangi pengeluaran pemerintah dan menanggulangi korupsi. Rencana yang diumumkan pada bulan Agustus itu ditanggapi dengan protes luas terhadap korupsi dan layanan pemerintah yang buruk.

Reformasi yang diajukan oleh al-Abadi termasuk langkah-langkah untuk memecat tiga wakil presiden negara itu dan tiga wakil perdana menteri serta mengurangi gaji bagi pegawai pemerintah. Rencana itu juga menyerukan diakhirinya kuota partai dan sektarian ketika memilih pejabat, mengurangi jumlah pengawal yang ditugaskan untuk para pejabat dan membuka kembali penyelidikan korupsi.

Sebagian dari langkah-langkah reformasi itu sejauh ini telah dilaksanakan, sementara yang lain masih memerlukan persetujuan parlemen. [lt]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG